Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jawa Tengah Ditetapkan Sentra Batik Nasional

Haryanto Mega
15/12/2025 14:40
Jawa Tengah Ditetapkan Sentra Batik Nasional
.(.)

Provinsi Jawa Tengah (Jateng) membuktikan posisinya sebagai sentra kerajinan unggulan nasional, khususnya batik. Berdasarkan data, Jateng memiliki 2.229 unit produsen batik, menjadikannya provinsi dengan pusat produksi batik terbesar di Indonesia, jauh melampaui provinsi lain seperti Jawa Timur (216 unit) dan DIY (140 unit).

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Jawa Tengah, Senin (15/12).

“Produk kriya Jawa Tengah selalu menjadi primadona dan memiliki pangsa pasar yang kuat, baik pada pameran skala regional, nasional, hingga internasional,” ujar Ning Nawal.

Capaian transaksi pun membanggakan, seperti saat HUT Dekranas ke-45 di Balikpapan yang mencatat transaksi Rp926,7 juta dalam tiga hari, serta nilai kemitraan sebesar Rp4,3 miliar dari kegiatan Business Matching di Surakarta.

Meskipun sukses di pasar domestik, Ning Nawal mengakui masih terdapat tantangan untuk menembus pasar global. Tantangan tersebut meliputi belum seragamnya branding produk, kurangnya diferensiasi khas daerah, kualitas konten visual yang belum konsisten, dan kurangnya literasi digital.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), yang mewakili Gubernur, mendorong UMKM untuk terus berinovasi dan memenuhi standarisasi produk agar mampu bersaing di pasar internasional.

“Jika melihat hasil pameran Dekranasda Jawa Tengah, perputaran ekonominya sudah sangat terlihat. Tantangannya sekarang adalah Go Global, dan itu membutuhkan standarisasi produk UMKM yang harus terpenuhi,” kata Gus Yasin.

Ia juga meminta kabupaten/kota memanfaatkan Rakerda untuk menyusun strategi dan kalender pameran tahun 2026 sebagai ajang kurasi produk unggulan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan komitmen kuat terhadap penguatan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga tahun 2025, penyaluran KUR di Jawa Tengah tercatat tertinggi secara nasional, dengan total mencapai Rp361,36 triliun dan melibatkan 10,31 juta debitur.

“Ekonomi menengah ke atas berjalan, menengah ke bawah juga bergerak. Inilah yang kita harapkan,” pungkas Gus Yasin, menekankan bahwa dukungan KUR dan investasi kawasan industri strategis akan mendorong pemerataan ekonomi secara menyeluruh. (HT/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik