Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah suasana pengungsian akibat bencana banjir bandang, 4 April 2021, lembaga pendidikan yang ikut ambruk akibat bencana badai Seroja, berjuang agar para siswa kelas 6 dapat menjalani UAS, syarat kelulusan siswa dari jenjang sekolah dasar.
Sebanyak 20 siswa Kelas 6 SDK 1 Lewotolok, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, terpaksa mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) tatap muka di SDK Waipukang, sekolah tetangga yang tidak terdampak badai Seroja.
Kebijakan UAS tatap muka tersebut dilakukan Pihak Sekolah yang sudah rata tanah itu, meski harus menjemput para siswa yang tersebar di posko pengungsian.
Selain menewaskan 29 korban jiwa, bencana banjir bandang di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, juga menghancurkan seluruh bangunan SDK Lewotolok 1. Beruntung, 20 siswa kelas 6 SD Selamat, sedangkan beberapa siswa kelas 5 dan kelas 3 di sekolah tersebut meninggal dunia.
Sekolah Dasar Katolik (SDK) Lewotolok 1 rata dengan tanah, akibat diterjang banjir bandang, 4 April 2021 lalu.
20 Siswa kelas 6 SDK Lewotolok yang kini mengungsi, dijemput Pemerintah dengan dua unit minibus setiap hari untuk mengikuti UAS di SDK Waipukang.
Wakil Kepala Sekolah SDK Lewotolok, Philipus Raja Kelen, Kamis (29/4/2021) mengatakan, setiap hari dua unit mobil menjemput dan mengantar kembali para siswa peserta UAS untuk menjalani ujian di SDK Waipukang dari posko Pengungsian yang tersebar di dalam kota Lewoleba.
Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata. "Karena sekolah kami sudah rata tanah dan para siswa seluruhnya mengungsi bersama orang tua, maka kami harus jemput untuk ikuti UAS di SDK Waipukang. Kami pakai 2 ruang kelas," ujar Philipus Raja Kelen.
Ujian berlangsung selama 3 hari, mulai Senin, Selasa dan Rabu. Kelen mengapresiasi Sopir mobil Yang disediakan Dinas Perhubungan yang tepat waktu saat mengantar dan menjemput para siswa saat menjalani ujian.
"Anak-anak itu dijemput dari rumah ke rumah, dijemput dari tempat pengungsian, di kantor Camat Nubatukan, rumah pribadi di 7 Maret, Wangatoa atas dan satu di Waikomo," ujar Philipus Kelen.
Ia berharap, meski dalam suasana pengungsian yang entah sampai kapan akan berakhir, para siswanya itu dapat meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (OL-13).
Baca Juga: Muncul Klaster Shalat Tarawih di Banyumas
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Presiden Ferdinand Marcos menyatakan seluruh instansi pemerintah dalam kondisi siaga penuh untuk menyalurkan bantuan kapan pun diperlukan.
Fosil bayi pterosaurus 150 juta tahun lalu ditemukan di Jerman. Keduanya tewas akibat badai tropis di era Jurassic.
HONG Kong ditaksir menelan kerugian 2-3 miliar dolar Hong Kong (sekitar Rp4,15 triliun-Rp6,23 triliun) akibat diterjang Topan Wipha.
TOPAN Wipha melanda wilayah selatan Tiongkok pada Senin (21/7) dengan membawa angin kencang dan hujan deras.
Ketika terjadi badai matahari, geomagnet, dan ionosfer dalam intensitas kecil, sedang, atau besar, salah satu dampaknya dapat menurunkan akurasi posisi GPS.
Foto-foto baru menunjukkan sepasang badai putih raksasa yang mengamuk di Sabuk Khatulistiwa Selatan (SEB) Jupiter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved