Rabu 28 April 2021, 19:06 WIB

Pembayaran Ganti Rugi Lahan Bendungan Napun Gete Akhirnya Beres

Gabriel Langga | Nusantara
Pembayaran Ganti Rugi Lahan Bendungan Napun Gete Akhirnya Beres

MI/Gabriel Langga
Pembayaran ganti rugi lahan warga untuk bendung Napun Gete di Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT selesai dibayarkan, Rabu (28/4)

 

PEMERINTAH pusat dan daerah akhirnya menuntaskan pembayaran kerugian tanah terdampak pembangunan Bendungan Napun Gete yang ada di Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Untuk pembayaran ganti rugi tersebut pemerintah mengeluarkan dana sebesar Rp62 miliar lebih.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah, Fransisco Viana Pareira mengatakan pembayaran ganti rugi tanah pembangunan bendungan Napung Gete menggunakan dana APBD Sikka dan APBN. Yang mana, pembayaran tahap I,II dan III menggunakan dari APBD Sikka yang telah selesai dilakukan pembayaran pada tahun 2017 dan 2018 terhadap lahan seluas 53,528 hekter dengan total nilai sebesar Rp16.776.553.444.

Sementara untuk pembayaran tahap  IV, V dan IV, jelas dia, dilakukan menggunakan dana APBN LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara) yang juga telah
selesai dilakukan pembayaran pada tahun 2020 dan 2021 terhadap lahan seluas 104,4849 hekter dengan total nilai Rp45.712.870.855.

"Kemarin itu pembayaran terakhir ganti rugi kepada pemilik lahan. Kita sudah serahkan kepada mereka. Jadi total keseluruhan dana yang dibayarkan untuk ganti rugi pembangunan Napung Gete sebesar Rp62.489.404.299 dari dana APBD dan APBN. Jadi untuk lahan ganti rugi sudah selesai pembayarannya di tahun 2021," tandas dia, Rabu (28/4).

Meski begitu ungkap dia, ada empat bidang seluas 1,294 heakter dengan nilai ganti rugi Rp1.383.909.608 itu berdasarkan hasil reviue BPKP Provinsi NTT
dinyatakan non eligible atau tidak dibayarkan karena kepemilikan tanah pemerintah dan juga tanah negara bebas sehingga tidak dapat diganti rugi.

"Ada empat bidang tanah yang tidak diganti rugi. Jadi uang ganti rugi akan kita kembalikan lagi ke pusat," ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Qoswara mengatakan total lahan yang telah dilakukan pembayaran pembebasan lahan ganti rugi pembangunan Bendungan Napung Gete sejumlah 193 bidang lahan. Yang mana, anggaran yang dialokasikan untuk pembebasan lahan Bendungan Napun Gete sebesar 53 miliar rupiah.

Dia menyatakan proses pembayaran pembebasan lahan itu melalui pengajuan permohonan pembayaran dilakukan oleh Kementerian PUPR kepada LMAN. Selanjutnya, LMAN akan melaksanakan penelitian administrasi atas permohonan pembayaran tersebut.

"Persetujuan permohonan pembayaran akan dilaksanakan apabila dokumen telah lengkap dan sesuai dengan ketentuan ,"ujar Qoswara menerangkan mekanisme pembayaran ganti rugi. (OL-13)

Baca Juga: Kimia Farma Akui Pengguna Rapid Test Bekas oleh Oknum Karyawannya

 

Baca Juga

MI/Kristiadi

Akibat Susur Sungai yang Tewaskan 11 Orang, MTs Harapan Baru Hentikan PTM Terbatas

👤Kristiadi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 10:00 WIB
Penghentian kegiatan belajar diharapkan bisa membantu pemulihan korban terutama yang selamat dari musibah...
MI/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jokowi ke Kalimantan Utara, Tanam Mangrove hingga Tinjau Vaksinasi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:08 WIB
Di Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Jokowi diagendakan melakukan penanaman pohon mangrove bersama para duta besar, penggiat lingkungan,...
MI/Palce Amalo

Epidemiolog: Warga NTT Jangan Terlena Penurunan Kasus Covid-19

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:05 WIB
EPIDEMIOLOG dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT Dr. Pius Weraman mengingatkan masyarakat untuk tidak terlena dengan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya