Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Pesisir Selatan, Sumatera Barat menjadikan ajang Safari Ramadan sebagai ruang mencurahkan isi hati (Curhat) kepada pimpinan daerahnya. Khususnya masalah nagari (desa), terkait infrastruktur jalan.
"Mewakili masyarakat saya berharap ruas jalan untuk menuju kampung ini bisa ditingkatkan pembangunannya secara layak," ungkap Ketua Masjid Jami Al Barokah, Mahmudi, kepada Wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Rudi Hariyansyah dan rombongan, saat melakukan silaturahmi safari ramadhan
dengan jamaah Masjid Jami Al Barokah Kampung Marga Mulya, Nagari Lunang Tiga, Kecamatan Lunang, kemarin.
Dalam Kunjungan tersebut Wabub didampingi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhortbun) Pessel, Nusirwan, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, Azral, dengan diwakili Kabid Industri, Asrul Sani, Kabag Humas dan Protokoler, Rinaldi, Camat Lunang, Lyonica Ventira, Wali Nagari Lunang Tiga, Sobirin, serta para alim ulama dan tokoh masyarakat setempat.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan pemimpin kami ke daerah ini. Semoga kedatangan rombongan bapak wakil bupati akan memberikan kemajuan terhadap nagari kami. Sebab banyak hal yang dapat kami sampaikan melalui kunjungan ini," kata Mahmudi.
Ia menjelaskan, kondisi jalan yang sangat jelek untuk menuju kampung ini ada sepanjang 7 kilometer sudah sangat jelek. Kondisinya bisa dikatakan sudah sangat mendesak untuk diperbaiki.
"Selain jalan, kami juga berharap dibangun lampu penerangan jalan pada titik-titik tertentu, agar suasana malam tidak menakutkan bagi masyarakat," ucapnya.
Harapan itu disampaikan karena Nagari Lunang Tiga merupakan salah satu nagari penghasil kelapa sawit terbesar di kecamatan Lunang. "Makanya kami berharap keluhan ini bisa terjawab dalam waktu dekat, karena memang mendesak. Sebab akibat jeleknya jalan kami terpaksa mengeluarkan biaya produksi yang tinggi. Bahkan kondisi itu oleh oknum masyarakat, sudah pernah ditanami pisang di tengah jalan. Tentu kita tidak ingin ini terus berlanjut," paparnya.
Wakil Bupati Pessel, Rudi Hariyansyah, mengatakan bahwa apa yang menjadi keluhan oleh masyarakat Nagari Lunang Tiga tersebut akan diupayakan penyelesainnya secara bertahap.
"Kita sekarang juga tengah menghitung berapa panjang jalan yang membutuhkan perbaikan, termasuk juga jalan menuju kampung ini. Sebab jalan memang menjadi prioritas utama yang akan diselesaikan pada periode pemerintahan kami," katanya.
Dikatakannya bahwa ke depan pihaknya juga akan berkolaborasi dengan beberapa anggota dewan yang berasal dari Dapil 5, dalam menjawab keluhan masyarakat tersebut. "Termasuk juga keluhan kebutuhan penerangan jalan sesuai dengan titik-titik yang prioritas," ucapnya.
Disampaikan juga bahwa kunjungan safari ramadhan tersebut memang bertujuan untuk menjalin silaturahmi, serta juga menampung berbagai masukan dan informasi dari masyarakat.
"Makanya melalui kunjungan ini kita juga membawa beberapa kepala perangkat daerah agar aspirasi yang disampaikan bisa dibahas hingga ke tingkat kabupaten nantinya," jelas Rudi.
Melalui kunjungan itu, Rudi Hariansyah, juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 7, 5 juta untuk pembangunan masjid, yang diterima langsung oleh ketua Masjid Jami Al Barokah, Mahmudi. (OL-13)
Baca Juga: Mutasi Covid-19 Belum Berhenti, Masyarakat Wajib Patuhi Prokes
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Dody menjelaskan bahwa penurunan angka kemantapan tersebut justru menjadi bahan evaluasi penting bagi pihaknya
Bupati Bangka, Fery Insani, telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan permanen.
Dalam proses penanganan, Sirojudin menyoroti peran penting Laci RW,
Selain penanganan drainase, DSDABM juga memprioritaskan perbaikan jalan di seluruh wilayah kota secara berkelanjutan
Targetnya, jalan layang dapat dibuka sebelum Natal, atau paling lambat sebelum malam Tahun Baru 2026,
JS Luwansa Hotel Jakarta menghadirkan “RaSa”, konsep Ramadan dengan sajian Nusantara, Asia, dan Timur Tengah, lengkap dengan paket iftar, meeting, dan menginap.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Sajian kuliner Nusantara dihadirkan untuk membawa kembali kenangan Ramadan yang identik dengan kebersamaan keluarga dan kehangatan suasana rumah.
Menjelang Ramadan 2026, Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah tidak menunggu waktu mepet untuk mengendalikan inflasi.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
dalam realitasnya, tidak sedikit Muslim yang belum sempat melunasi utang puasa Ramadan dengan puasa qadha Ramadan hingga hilal bulan suci berikutnya kembali tampak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved