Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dihantam Hujan Deras, Talud Jembatan di Belinyu Amblas

Rendy Ferdiansyah
17/12/2025 12:56
Dihantam Hujan Deras, Talud Jembatan di Belinyu Amblas
Talud jembatan penghubung kampung Stasiun 6 RT 01 Desa Gunung Pelawan dengan Parit 2 Kelurahan Bukit Ketok Kecamatan Belinyu terancam putus.(MI/Rendy)

Talud jembatan yang menghubungkan Kampung Stasiun 6 Desa Gunung Pelawan dengan Parit 2 Kelurahan Bukit Ketok, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, terancam putus. Kerusakan dipicu oleh derasnya hantaman aliran air saat hujan lebat yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahu jalan di dekat jembatan mengalami amblas dan mulai menggerus aspal jalan. Kondisi ini sangat membahayakan bagi pengendara yang melintas karena potensi longsor susulan.

Merespons kondisi darurat tersebut, Bupati Bangka, Fery Insani, telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan permanen.

"Dinas PUPR sudah bergerak di lapangan. Perbaikan ini mendesak karena kondisi talud yang amblas sangat membahayakan keselamatan warga," ujar Fery, Rabu (17/12).

Bupati menjelaskan bahwa pembiayaan perbaikan ini menggunakan dana darurat yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD Kabupaten Bangka. Langkah ini diambil agar penanganan tidak terhambat oleh prosedur penganggaran reguler yang memakan waktu.

"Kami berharap perbaikan ini cepat selesai agar arus lalu lintas masyarakat kembali normal dan aman," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bangka, Mulyarto Kurniawan, menjelaskan bahwa kerusakan utama terletak pada struktur talud pelindung jalan, bukan pada badan jembatannya.

“Taludnya roboh karena dihantam debit air yang tinggi sehingga memakan bahu jalan. Saat ini perbaikan sudah berjalan selama empat hari terakhir,” kata Mulyarto.

Pemerintah menargetkan perbaikan struktur tersebut rampung sepenuhnya pada 31 Desember 2025. Selama proses pengerjaan berlangsung, Dinas PUPR mengimbau kendaraan bertonase berat dilarang melintas untuk sementara waktu guna menghindari getaran yang memperparah amblasan.

Sementara pengendara roda dua dan mobil kecil diminta berhati-hati saat melintasi area penyempitan jalan di titik perbaikan. (RF/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik