Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN suci Ramadan 1447 Hijriah tinggal menghitung hari. Berbagai titik di Kota Sungailiat, Bangka bakal menjadi tempat keramaian bagi para pelaku UMKM berjualan takjil dan menu berbuka puasa.
Salah satunya di kawasan jalan Masjid Agung Sungailiat yang bakal dicanangkan oleh pemerintah daerah sebagai pusat Ramadhan Fair 2026.
Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Bangka, Fery Insani. Dia menyebut, calon pedagang yang berminat berjualan di kawasan Jalan Masjid Agung Sungailiat tersebut dapat membayar sewa tenda sebesar Rp300 ribu untuk sebulan penuh Ramadan.
“Tiga ratus ribu itu termasuk biaya kebersihan, lampu, itu banyak sekali kita subsidi,” kata Fery, Minggu (1/2).
Dirinya berharap, hal itu dapat membangkitkan gairah masyarakat atau pelaku UMKM untuk berjualan saat Ramadhan Fair 2026.
Direncanakan, nantinya akan ada sebanyak 110 tenda yang bakal mengisi ruas jalan di depan Masjid Agung Sungailiat tersebut.
Lebih lanjut, selain di kawasan Masjid Agung Sungailiat, ada titik-titik lainnya di Kota Sungailiat yang memang lazim dijadikan sebagai pusat keramaian berburu takjil Ramadhan.
“Di depan kantor Bupati itu boleh, karena di situ ada bangunan yang sudah permanen. Terus ada juga di Taman Kota yang akan kita tata supaya tidak semerawut. Kemudian di kawasan Stadion Orom juga kita izinkan,” jelasnya.
Kata Fery, pada prinsipnya, masyarakat boleh berjualan di banyak titik asalkan tidak menganggu lalu lintas dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.
“Yang penting rasa harus lebih enak dan tampilannya dibenahi, sehingga hasrat orang mau berbelanja dibulan puasa itu besar,” ucapnya.(H-2)
Target pada tahun 2026 ini semua gerai itu harus berjalan. Untuk saat ini mengupayakan melalui Agrinas, TNI, yang sering kita koordinasikan dari Korem dan Kodim.
Pengelolaan SPBU nelayan berbasis koperasi desa ini merupakan langkah revolusioner dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Bupati Bangka, Fery Insani, telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan permanen.
Penyebaran kasus ini menyebabkan dua orang meninggal dunia, termasuk seorang ibu hamil.
Data Dinpanpertan menunjukkan, produksi ayam pedaging di Bangka mencapai 1.209.700 ekor per siklus 55 hari, atau setara 8.027.569 ekor per tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved