Selasa 27 April 2021, 22:07 WIB

Mutasi Covid-19 Belum Berhenti, Masyarakat Wajib Patuhi Prokes

Ardi T Hardi | Humaniora
Mutasi Covid-19 Belum Berhenti, Masyarakat Wajib Patuhi Prokes

AFP
Ilustrasi corona virus atau virus korona.

 

BELUM lama India mengidentifikasi adanya varian virus corona baru dengan tiga mutasi atau triple mutations. Varian yang dikenal dengan B.1.618  ini merupakan hasil evolusi dari mutasi ganda yang sebelumnya dikenal dengan varian B.1.617.

Ketua Pokja Genetik FK-KMK UGM, dr. Gunadi, Sp.BA., Ph.D., menyebutkan mutasi COVID-19 akan terus berlangsung. Oleh sebab itu meminta masyarakat diminta untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Begitupun usai menerima vaksin, masyarakat diminta untuk disiplin terhadap prokes sebab risiko infeksi masih dapat terjadi.

"Mutasi virus tidak akan pernah selesai. Sifat mutasi ini perlu diwaspadai, tetapi tidak perlu khawatir berlebihan dengan tetap menerapkan prokes,"
imbaunya, Selasa (27/4), lewat siaran pers.

Baca Juga: Covid-19 India Diperparah Kerumunan di Rumah Sakit

Dosen FK-KMK UGM ini menjelaskan varian corona baru dengan dua atau tiga mutasi dari India sampai saat ini belum terdeteksi di Indonesia menurut  data GISAID, namun bisa saja kedepannya akan muncul di tanah air, karena sebelumnya varian Inggris B.1.1.7 juga sudah terdeteksi di Indonesia.

Faktor mobilitas yang tinggi dan rendahnya penerapan prokes di masyarakat memperbesar peluang transmisi virus corona varian baru ini.

"Supaya di tanah air tidak terjadi seperti di India maka perlu disiplin terhadap prokes. Meski sudah divaksin jangan lantas longgarkan prokes
karena masih bisa terinfeksi," terangnya.

Ia mengatakan saat ini belum ada studi atau penelitian terhadap tripel mutasi. Namun, yang perlu diwaspadai dari varian B.1.618 ini adalah mengandung tiga mutasi pada receptor binding domain (RBD) protein S yang berikatan langsung dengan sel inang manusia yaitu E484Q, L452R, dan V382L.

Mutasi E484Q terletak pada lokasi yang sama dengan mutasi E484K yang dideteksi pada varian Afrika Selatan dan Brazil. Sehingga, mutasi E484Q diduga mempunya sifat yang sama dengan E484K yaitu bisa menghindari sistem kekebalan tubuh manusia.

"Saat ini belum ada bukti penelitian yang menunjukkan bahwa varian B.1.617 maupun B.1.618 mempengaruhi kecepatan transmisi/penularan, keparahan
penyakit COVID-19 serta efektivitas vaksin,"paparnya. (OL-13)

Baca Juga: Terjadi Lonjakan, Turki Kunci Penuh Nasional Mulai Kamis

 

Baca Juga

BPMI/ Lukas

Gelar Zikir Virtual, Jokowi Ajak Seluruh Elemen Bangsa Ikhtiar Lawan Pandemi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:43 WIB
Menurut Jokowi, doa merupakan kekuatan yang dahsyat untuk membangkitkan harapan dan...
Dok NasDem

NasDem Minta Warga Datang Sesuai Jadwal untuk Vaksinasi Kedua

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:20 WIB
Pemberian vaksin dosis pertama dimulai 5 Juli- 1 Agustus 2021. Sementara untuk dosis keduanya dimulai 2 hingga 29 Agustus...
Antara

Pertumbuhan Awan Meningkat, Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir Senin, 2 Agustus 2021

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 22:05 WIB
POLA perlambatan kecepatan angin menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah besok, Senin, 2 Agustus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya