Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Atasi Banjir Gumuruh, Pemkot Bandung Soroti Alih Fungsi Lahan Bekas Pabrik Garmen

Naviandri
14/12/2025 14:59
Atasi Banjir Gumuruh, Pemkot Bandung Soroti Alih Fungsi Lahan Bekas Pabrik Garmen
Perbaikan drainase untuk antisipasi banjir di Kelurahan Gumuruh Kota Bandung.(Diskominfo Kota Bandung)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengintensifkan tindak lanjut atas keluhan warga terkait masalah banjir di Kelurahan Gumuruh, Kecamatan Batununggal. Setelah pelaksanaan Siskamling Siaga Bencana, kegiatan dilanjutkan dengan memantau langsung sejumlah titik rawan banjir, khususnya di area padat aktivitas.

Lurah Gumuruh, E Sirojudi, menyampaikan bahwa monitoring difokuskan pada wilayah RW 11 dan RW 12 yang selama ini kerap mengalami genangan saat hujan. Salah satu titik krusial yang ditinjau berada di kawasan bekas pabrik garmen yang kini beralih fungsi menjadi sentra kuliner, di mana genangan air kerap menutup area jembatan.

“Setiap hujan, di lokasi itu selalu banjir. Bahkan jembatannya sampai tidak terlihat karena tertutup air,” ungkap Sirojudi, Minggu (14/12).

Menurut Sirojudi, perubahan fungsi lahan memerlukan penyesuaian dan peninjauan ulang terhadap pengelolaan lingkungan, terutama sistem drainase. Wali Kota Bandung bersama jajaran juga telah meninjau langsung lokasi tersebut.

“Ke depan kami akan berkomunikasi dengan pengelola kawasan tersebut. Kami sama-sama mencari solusi,” tuturnya.

Sirojudin menambahkan, pihak kelurahan akan segera berkomunikasi dengan pengelola kawasan pada hari Senin mendatang untuk mengklarifikasi perizinan alih fungsi serta mencari solusi agar banjir tidak berulang. Langkah prioritas saat ini adalah survei lapangan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), validasi teknis, serta percepatan pembangunan drainase di RW 11.

Selain masalah banjir, Pemkot Bandung juga menindaklanjuti keluhan lain, termasuk RW 1 yang mengajukan keluhan terkait Penerangan Jalan Umum (PJU). RW 8 melaporkan banjir di kawasan sepadan sungai. RT 1 dan RT 3 RW 10 mengajukan keluhan terkait penyumbatan saluran.

Dalam proses penanganan, Sirojudin menyoroti peran penting Laci RW, sistem pelaporan digital berbasis wilayah yang mempercepat identifikasi masalah.

“Di Laci RW itu ada 46 persen pertanyaan yang dijawab langsung oleh RT. Jadi prosesnya jauh lebih cepat dan terukur. Tinggal kita input dan validasi,” imbuhnya.

Pemkot Bandung memastikan bahwa seluruh laporan warga akan ditangani secara bertahap melalui survei lapangan, koordinasi lintas OPD, dan pengambilan keputusan berbasis kondisi riil di lapangan, sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan wilayah dan meminimalkan risiko banjir. (AN/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya