Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Fauzan Ali menyebut danau yang terbentuk setelah terjadinya Siklon Seroja di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NNT), hanya bersifat sementara.
"Kemungkinan bila cuaca dan iklim kembali normal, secara perlahan air danau tersebut akan kembali seperti semula," ujar Fauzan saat dihubungi, Kamis (22/4).
Hingga saat ini, peneliti LIPI belum melakukan penelitian terhadap danau tersebut. Apalagi, fenomena semacam itu merupakan hal baru.
Baca juga: Presiden Ingatkan Pentingnya Siaga Bencana
Namun, Fauzan menilai danau itu kemungkinan terbentuk karena bentuk topografi wilayah NTT yang mencakup banyak gua dan karst. Sehingga, memiliki sumber mata air di bawahnya. Berdasarkan pengamatan LIPI, area tempat danau tersebut merupakan cekungan yang sudah ada sejak lama.
"Hal ini memungkinkan munculnya mata air di permukaan tanah, bila terjadi hujan yang ekstrem. Kemungkinan bila kondisi kembali normal, sumber air tersebut akan kembali berkurang dan kering," jelasnya.
Diketahui, setelah Badai Siklon Seroja menghantam wilayah NTT, muncul danau baru yang terletak di wilayah Tangkolo, Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Danau tersebut memiliki luas sekitar 2 hektare. Danau tersebut diduga mendapat pasokan air dari Mata Air Tungkolo, yakni mata air baru yang muncul di wilayah sekitar.(OL-11)
Perubahan di permukaan Bumi, termasuk perubahan iklim dapat memengaruhi aktivitas geologi jauh di bawah tanah.
Berdasarkan data dari misi gabungan NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) Cassini, para ilmuwan menduga, permukaan Titan mengalami proses pelarutan mirip
Pasangan selebriti Selena Gomez dan Benny Blanco menikmati penghujung musim panas dengan bersantai di tepi danau.
BERENANG di beberapa danau yang airnya tenang dapat menyebabkan infeksi Legionella, bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia, dan orang-orang yang berenang di perairan terbuka harus waspada
Banjir dan limpasan tersebut mengisi beberapa danau di Sahara, termasuk Sebkha el Melah di Aljazair dan beberapa danau yang tersebar di sekitar Erg Chebbi, Maroko.
Sebanyak enam buah danau seluas 27 hektar dan taman dibangun di wilayah Gedebage, Bandung, Jawa Barat dianggap sebagai salah satu upaya pengendalian banji di wilayah sekitar.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca yang berlaku 30 Januari hingga 1 Februari 2026.
Bibit Siklon Tropis 97S yang saat ini terpantau di wilayah utara Australia berpotensi menguat menjadi siklon tropis dalam beberapa hari ke depan.
BMKG sudah menyampaikan bahwa ada beberapa titik di Pulau Jawa yang dibayangi badai siklon yang mengakibatkan cuaca ekstrem.
BMKG El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diperkirakan berlangsung pada 6-13 Januari 2026.
Sistem siklon tersebut memicu terbentuknya daerah belokan angin, pertemuan massa udara, serta perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved