Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Siklon Hayley Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang di NTT

Palce Amalo
30/12/2025 09:56
Siklon Hayley Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang di NTT
Ilustrasi(Dok BMKG)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat pengaruh Siklon Tropis Hayley.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan siklon tersebut sebelumnya merupakan Bibit Siklon Tropis 96S yang terbentuk di wilayah barat daya NTT dan kini telah berkembang menjadi Siklon Tropis Hayley di Samudra Hindia sebelah selatan NTT.

“Siklon Tropis Hayley saat ini bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah NTT dan diperkirakan akan memasuki daratan Australia. Namun, dampaknya masih dirasakan di NTT berupa peningkatan potensi hujan dan angin kencang,” kata Sti Nenotek, Selasa (30/12).

Menurutnya, sistem siklon tersebut memicu terbentuknya daerah belokan angin, pertemuan massa udara, serta perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT. Kondisi atmosfer ini sangat mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan hembusan angin kencang dalam durasi singkat.

BMKG mencatat potensi cuaca ekstrem tersebut berlaku pada 29-31 Desember 2025 dan berpeluang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di NTT, antara lain Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Manggarai Raya, Flores, Lembata, Alor, hingga wilayah Sumba.

Sti Nenotek mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan gangguan transportasi, khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat dan angin kencang,” ujarnya.

BMKG juga memastikan bahwa selama periode 29–31 Desember 2025 tidak terpantau adanya potensi angin kencang skala luas, namun kondisi angin kencang lokal masih mungkin terjadi seiring dengan pertumbuhan awan konvektif. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya