Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Bibit Siklon 98P Picu Cuaca Ekstrem di NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Palce Amalo
31/1/2026 06:42
Bibit Siklon 98P Picu Cuaca Ekstrem di NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Ilustrasi(Dok BMKG)

Aktivitas Bibit Siklon Tropis 98P di sekitar Teluk Carpentaria, Australia bagian utara, memicu potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Terkait potensi cuaca ekstrem tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca yang berlaku 30 Januari hingga 1 Februari 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenote’k, mengatakan Bibit Siklon Tropis 98P membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin yang signifikan, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat di NTT.

“Bibit Siklon Tropis 98P menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi dan perlambatan angin di wilayah NTT. Kondisi ini memicu pertumbuhan awan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Sti Nenote’k, Jumat (30/1).

Selain pengaruh bibit siklon, BMKG juga memantau aktifnya gelombang atmosfer Low dan Kelvin yang semakin memperkuat suplai uap air dan dinamika atmosfer di wilayah NTT.

Bibit Siklon Tropis 98P diperkirakan bergerak ke arah barat dan dalam 24 jam ke depan masih memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis. Meski demikian, dampaknya terhadap cuaca di NTT diperkirakan tetap signifikan.

Menurut Sti, pada 30 Januari, hujan lebat berpotensi terjadi di wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Alor, Belu, TTU, Malaka, Sumba Tengah, dan Sumba Barat. Sementara pada 31 Januari hingga 1 Februari, potensi hujan lebat diperkirakan meluas ke hampir seluruh wilayah NTT.

BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang yang pada 30 Januari berpotensi terjadi di Alor, Lembata, TTS, Kabupaten Kupang, Malaka, Rote Ndao, dan Sabu Raijua. Pada 31 Januari hingga 1 Februari, angin kencang berpotensi melanda seluruh wilayah NTT.

Sti Nenote’k mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak lanjutan cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan gangguan transportasi laut dan udara.

“Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana saat kondisi cuaca memburuk,” ujarnya. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya