Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di NTT, Lima Wilayah Diminta Siaga

Palce Amalo
19/1/2026 17:42
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di NTT, Lima Wilayah Diminta Siaga
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot'ek(MI/PALCE AMALO)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengimbau seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di lima wilayah yang diminta berstatus siaga, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sabu Raijua, Rote Ndao, dan Timor Tengah Selatan (TTS).

“Kami mohon perhatian dan kewaspadaan bersama dalam menghadapi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan di seluruh wilayah NTT, terutama di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sabu Raijua, Rote Ndao, dan TTS,” kata Sti Nenot'ek, Senin (19/1).

Ia menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S yang terpantau berada di Benua Australia bagian utara, dekat Kota Darwin, dan bergerak ke arah barat menuju wilayah Laut Timor. Pergerakan sistem ini membentuk daerah belokan, perlambatan, serta pertemuan angin di wilayah NTT.

“Saat ini kecepatan angin terpantau mencapai sekitar 25 knot per jam yang bertiup dari arah barat, dan kondisi ini berpotensi meningkatkan gelombang laut serta memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah NTT,” ujar Sti Nenot'ek.

Menurutnya, kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya gelombang atmosfer Equatorial Rossby, Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang.

BMKG memprakirakan dampak cuaca ekstrem berpotensi berlangsung hingga 21 Januari 2026. Bahkan, pada 20 hingga 21 Januari, potensi angin kencang diperkirakan dapat meluas dan dirasakan di hampir seluruh wilayah NTT.

Sti Nenot'ek menegaskan, meskipun dalam 24 jam ke depan Bibit Siklon Tropis 97S masih memiliki potensi rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis, dalam beberapa hari ke depan sistem ini berpeluang meningkat sehingga dampak tidak langsungnya perlu diantisipasi secara serius.

Ia meminta pemerintah daerah dan masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor, agar segera melakukan langkah antisipasi dini.

“Informasi ini perlu disampaikan kepada masyarakat setempat agar dapat diambil langkah-langkah preventif, termasuk evakuasi ke tempat yang lebih aman bila diperlukan, sehingga tidak terjadi kerugian material maupun korban jiwa,” tegasnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi INFO BMKG serta tetap waspada selama periode cuaca ekstrem berlangsung.(H-2



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik