Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) turun tangan soal Paus Sperma (Physeter macrocephalus) yang ditemukan mati terdampar di Perairan Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu (10/4) lalu.
Adapun kejadian bermula dari laporan nelayan yang menemukan bongkahan besar di perairan wilayah tangkapan ikan pada dini hari. Saat itu, air sedang surut dengan kedalaman kurang lebih 1,6 meter.
Ukuran paus disebut cukup besar, yakni sepanjang 17,2 meter dengan bobot yang diperkirakan 20 ton. Sehingga, dianggap menyulitkan warga untuk melakukan evakuasi bangkai paus ke darat.
Baca juga: Paus Pembunuh Mati Terdampar di Banyuwangi, Fenomena Langka
“Tim respon cepat LPSPL Serang langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk penanganan terhadap bangkai paus yang mati,” ujar Kepala Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang Iwan Taruna Alkadrie dalam keterangan resmi, Kamis (15/4).
Memasuki hari keempat sejak dilaporkan, lanjut dia, bangkai paus berhasil ditarik menggunakan alat bantu drum pelampung dan armada kapal. Dari persiapan logistik, untuk evakuasi di lapangan berupa enam armada kapal, terpal, jaring, tali tambang, drum pelampung dan excavator bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan Indramayu.
"Ini berjalan lancar. Sehingga proses evakuasi ke darat dapat dilakukan di hari ini,” imbuh Iwan.
Baca juga: KKP: Kegiatan Ekonomi di Laut Harus Ramah Lingkungan
KKP menjelaskan bahwa hasil pengamatan morfologi menunjukkan Paus Sperma yang ditemukan berjenis kelamin jantan. Sejauh ini, belum diketahui penyebab kematian Paus.
Proses nekropsi oleh tim peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga tetap dilakukan, sebelum akhirnya bangkai dikubur menggunakan bantuan excavator.
Paus termasuk mamalia laut yang dilindungi secara nasional. KKP telah menetapkan rencana aksi nasional (RAN) konservasi bagi semua jenis mamalia laut tersebut melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 79 Tahun 2018.(OL-11)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Yayasan Pesisir Lestari (YPL) menegaskan penguatan ekonomi biru Indonesia harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem laut.
Komoditas ikan patin kini naik kelas, bukan sekadar ekspor, melainkan masuk ke rantai pasok pangan haji dan umrah dunia,
KKP memastikan ketersediaan ikan hasil budi daya aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Menteri KKP menjelaskan polemik anggaran kapal yang disebut sudah cair oleh Menkeu. Industri galangan belum terima order karena proses pengadaan masih berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana pembelian kapal.
Perbaikan jalan merupakan bagian dari pemeliharaan rutin bidang Bina Marga.
Dari hasil sementara, penyebab banjir antara lain pendangkalan sungai dan sampah.
Pergerakan tanah dipicu aliran air sungai yang mengikis tebing. Ditambah kondisi tanah yang memang labil
Kabupaten Cirebon merupakan daerah yang rentan diterjang bencana hidrometeorologi di musim penghujan ini. Baik itu bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem dan lainnya.
BPBD sudah menyiapkan langkah kesiapsiagaan, termasuk menghadapi potensi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon belum akan memberlakukan WFH untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved