Senin 12 April 2021, 21:35 WIB

Korban Tanah Bergerak di Tasikmalaya Menanti Relokasi

Adi Kristiadi | Nusantara
Korban Tanah Bergerak di Tasikmalaya Menanti Relokasi

Antara
Warga Menunjunkan tembok rumahnya yang retak akibat tanah bergerak.

 

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi, Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan 41 unit rumah dan satu bangunan masjid di Kampung Munjul, Desa Bojongsari, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, direkomendasikan untuk direlokasi akibat terdampak pergerakan tanah semakin meluas.

Kepala Desa Bojongsari, Ubad Badruzaman mengatakan, di wilayahnya terdapat 18 rumah dan satu masjid mengalami rusak berat dan tiga rumah rusak ringan yang disebabkan dari pergerakan tanah. Seluruh bangunan tersebut dari rekomendasi PVMBG harus direlokasi ke tempat yang aman.

"Kami masih berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, untuk menentukan lahan relokasi. Lahan tersebut harus dipastikan dulu keamanannya, memang ada beberapa orang menawarkan lahannya untuk dijual dan dijadikan tempat relokasi. Kami dari desa masih belum berani memberikan kepastian," kata Ubad, Senin (12/4/2021).

Warga yang terdampak bencana pergerakan tanah, jelas dia, saat malam hari tinggal di rumah saudara dan kerabatnya. Pihaknya juga sudah menyiapkan tenda untuk mereka. Pada siang hari, mereka kembali ke rumahnya lantaran terdapat hewan ternak yang harus diurus ada lahan pertanian dan palawija siap panen.

"Untuk kebutuhan logistik mereka masih aman. Kami berharap proses relokasi warga dapat berjalan dengan cepat dengan menyiapkan lahan yang lebih aman. Karena, kasihan juga mereka terlalu lama di rumah saudaranya," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin mengatakan, pergerakan tanah di wilayah Tasikmalaya berdasarkan hasil kajian PVMBG terdapat 41 rumah harus direlokasi ke lokasi yang lebih aman. Pergerakan tanah itu telah berdampak meluas di beberapa wilayah mulai dari Kecamatan Salopa, Puspahiang, Cibalong, Bantarkalong dan Gunungtanjung.

"Kami telah berkoordinasi langsung dengan para camat dan kepala desa untuk mempersiapkan lahan kosong diperuntukan bagi warga terdampak pergerakan tanah yang terjadi di lima kecamatan. Proses pencarian lahan tak bisa dilakukan sembarangan dan semua itu harus menunggu kajian dari PVMBG supaya kejadian tersebut tidak terulang kembali," dalihnya. (OL-13)

Baca Juga

Dok PT Hutama Karya

Tol Pekanbaru-Bangkinang 40 Km Ditargetkan Rampung Tahun Ini

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Kamis 06 Mei 2021, 12:48 WIB
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), ruas Tol Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 40 Km hingga kini sudah mencapai...
Dok MI

Kasus Korona di Palu Kembali Meningkat

👤M Taufan SP Bustan 🕔Kamis 06 Mei 2021, 12:39 WIB
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mengatakan, telah terjadi penaikan kasus yang cukup serius sepekan terakhir sehingga perlu mendapatkan...
MI/Martinus Solo

Pintu Keluar Masuk Papua Barat Diperketat

👤Martinus Solo 🕔Kamis 06 Mei 2021, 12:14 WIB
Untuk mencegah terjadinya mudik ilegal, Polda Papua Barat akan memperketat penjagaan di pintu keluar dan masuk di Papua...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya