Minggu 11 April 2021, 17:16 WIB

Korban Bencana Adonara Butuh Bantuan Kasur dan Selimut

Gabriel Langga | Nusantara
Korban Bencana Adonara Butuh Bantuan Kasur dan Selimut

MI/Gabriel Langga
Suasana di posko pengungsian bencana Adonara di ruang Guna Kantor Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur.

 

SUDAH seminggu lamanya, korban bencana banjir bandang Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tinggal di posko-posko pengungisian kekurangan kasur dan selimut. Kondisi ini membuat pengungsi harus tidur di lantai dengana hanya beralaskan terpal.

Ketua posko pengungsi di Desa Lamahala Jaya, Muhammad Saleh mengaku untuk logistik bahan makanan dan minuman bagi poskonya bisa dipenuhi dengan menampung 76 orang jiwa. Sayangnya, kendala dihadapi sekarang itu adanya kekurangan kasur dan selimut untuk para korban bencana banjir bandang ini.

"Untuk logistik makan minum aman kita disini. Kendala sekarang itu hanya kasur dan selimut. Ini yang menjadi kekurang yang ada di posko kita," papar dia saat ditemui aula gedung serba guna Kantor Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur, Minggu (11/4).

Saleh mengakui selama memang telah mendapatkan bantuan kasur dan selimut tetapi tidak mencukupi. "Kita juga dapat bantuan dari kemensos itu kasur 22 buah. Tetapi tidak mencukupi. Bantuan itu kita dahulukan untuk ibu-ibu dan anak bayi. Itu Pun juga masih kurang," tandas dia.

Ia berharap pemerintah atau para pihak lainnya bisa memberikan bantuan kasur dan selimut bagi korban bencana banjir bandang Adonara ini. "Alas tidur masih kurang. Jadi kita harapkan bantuan kasur dan selimut. Kalau untuk makanan dan minuman serta keperluan bayi dan balita untuk sementara aman," papar dia.

Hal senang juga disampaikan Siti Aminah, pengurus posko pengungsi di MAN I Kabupaten Flores Timur. Ia menuturkan ada 218 korban bencana banjir bandang yang mengungsi di sekolah MAN I Kabupaten Flores Timur.

"Kalau untuk logistik makanan dan minuman aman. Karena setiap hari ada saja bantuan dari pihak luar. Tetapi saat ini, kasur dan selimut yang kurang. Banyak bantuan yang kita terima itu logistik makanan. Tetapi untuk kasur dan selimut yang kurang,"tandas Siti Aminah ini.

Kondisi yang sama juga terjadi posko pengungsian di SD Inpres Waiwerang. Ketua Posko pengungsian SD Inpres Waiwerang Hendrikus Hengki Boy menuturkan perlengkapan tidur seperti kasur bantuan Kementerian Sosial diprioritaskan kepada ibu-ibu dan anak-anak. Mereka yang tidak mendapatkan kasur dan selimut harus tidur kedinginan di malam hari dengan alas terpal di ruangan kelas.

Selain itu, jelas Henrikus, para pengungsi sangat membutuhkan bantuan obat-obatan. "Kita juga butuh obat-obatan untuk diberikan kepada pengungsi. Jadi untuk posko kita ini hanya kasur dan selimut sekaligus dengan obat-obatan yang kita butuhkan saat ini," ujar Henrikus. (OL-15)

 

Baca Juga

Antaranews.com

Pemkot Medan Targetkan Perbaiki Drainase Sepanjang 60 Kilometer

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 21:16 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatra Utara, menargetkan akan memperbaiki saluran drainase sepanjang 60 kilometer (km) yang telah...
DOK/BJB

Kinerja Digital Perbankan BJB Meningkat Signifikan

👤Bayu Anggoro 🕔Kamis 24 Juni 2021, 21:00 WIB
Kenaikkan semakin terasa di saat pandemi virus...
ANTARA

Bendungan Ladongi di Kolaka Timur Sultra Siap Beroperasi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 24 Juni 2021, 19:51 WIB
Saat ini progres pembangunan dilaporkan mencapai 90,28% dan direncanakan dapat dilakukan pengisian air awal (impounding) pada Juli...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Diplomasi Jalur Rempah di Kancah Dunia

Perjalanan sejarah Indonesia terasa hambar tanpa aroma rempah. Warisan sosial, ekonomi, serta budaya dan ilmu pengetahuan itu kini dikemas dan disodorkan kepada dunia untuk diabadikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya