Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan Kabupaten Sleman membantah jika saat ini stok atau
sediaan vaksin covid-19 di Kabupaten Sleman habis.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman,
drg. Atikah Nurhesti, Kamis menjelaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten
Sleman masih memiliki sediaan vaksin yang mencukupi untuk terus
menggelar vaksinasi.
"Jika sediaan kami menipis, kami segera melakukan konsultasi ke Dinas
Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meminta tambahan lagi,"
ujarnya.
Lebih lanjut Atikah mengungkapkan, saat ini sediaan vaksin yang ada di
fasilitas kesehatan khususnya Puskesmas, sebanyak 10.000an dosis,
sedangkan yang ada di UPT Pengelolaan Obat dan Alat Kesehatan (POAK)
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman masih ada 5.000an dosis.
"Ada pula yang dirumah sakit-rumah sakit," jelasnya.
Karena itu, ujarnya, masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu
mempercayai isu-isu yang menyebutkan Sleman kehabisan sediaan vaksin.
Vaksinasi Lansia
Sementara menyinggung vaksinasi bagi lansia, Atikah menjelaskan, dari
target vaksinasi lansia sebanyak 120.000an, saat ini baru tercapai 30
persen yang telah divaksin.
Menurut Atikah, salah satu kendala tidak bisa cepatnya pelaksanaan
vaksinasi bagi lansia adalah masalah komunikasi.
Ia menjelaskan kebanyakan lansia terutama di perdesaan tidak memiliki
ponsel pintar, sehingga untuk mendaftar dan menerima informasi lanjut
menggantungkan pada anak atau cucunya yang akrab dengan ponsel pintar.
"Dengan kondisi ini, maka kecpatan pengadministrasian hingga penjadwalan tidak bisa berjalan dengan cepat," tambahnya.
Namun demikian, kata Atikah, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman
menjadwalkan vaksinasi untuk lansia ini akan selesai pada akhir April
2021.
Agar pelaksanaan vaksinasi bagi lansia itu bisa berjalan cepat dan
sesuai harapan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menunjuk dua Kapanewon
(Kecamatan), Kapanewon Cangkringan dan Kapanewon Ngemplak sebagai pilot
project.
"Kebetulan dua kapanewon ini sudah selesai menggelar vaksinasi untuk
pendidik baik TK/PAUD, SD, SMP dan SMA," lanjutnya.
Karena itu, kedua kapanewon itu harus cepat menggelar vaksinasi bagi
lansia. Ia mengungkapkan agar kendala komunikasi bisa ditekan,
pelaksanaan vaksinasi bagi lansia itu Dinas Kesehatan menggandeng desa,
dukuh dan bahkan RT.
"Mereka ini mengetahui siapa-siapa lansia di wilayah masing-masing. Data yang cepat akan diikuti dengan informasi yang cepat tersampaikan kapan dan di mana mereka akan mendapat vaksin, bisa segera tersosialisasi," kata Atikah.
baca juga: Bencana Alam, Vaksinasi Covid-19 di NTT Ditunda
Ia kemudian menyontohkan, di dua kapanewon tersebut dalam waktu pendek
bisa menyampaikan 3000-an lansia yang harus divaksin. Dan kemudian
memperoleh jadwal hingga mendatangkan para lansia itu ke lokasi
vaksinasi.
Model ini, ujarnya, akan dievaluasi dan kemudian diterapkan di 15
kapanewon lainnya di Sleman. (OL-3)
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Hingga saat ini baru sekitar 40% wajib pajak di DIY yang telah mengaktivasi akun Coretax.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
Kemendagri menyebut DIY berhasil menjaga keseimbangan sosial melalui pendekatan kultural.
Fase awal gerhana penumbra akan dimulai pukul 22:26 WIB, puncak gerhana terjadi pada Senin (8/9) dini hari pukul 01:11 WIB, dan berakhir sekitar pukul 03:56 WIB.
Di sisi lain, pemerintah juga tidak boleh membatasi masyarakat dalam menggunakan media sosial karena itu dijamin oleh konstitusi.
Ketiga kepada daerah itu adalah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved