Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH wartawan di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) yang akan meliput vaksinasi lansia mengaku kecewa. Pasalnya, mereka tidak diperbolehkan meliput vaksinasi yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN di GOR Satria Purwokerto. Sebagai bentuk protes, mereka meletakkan ID Card dan kamera di depan pintu masuk vaksinasi massal.
Salah seorang wartawan Megandika Wicaksono mengatakan pantia tidak memberitahukan teknis peliputan sejak awal. "Padahal, sebelum acara ini berlangsung, para wartawan di sini telah memberitahukan mengenai acara vaksinasi tersebut. Namun pada hari H, tidak diperbolehkan masuk," kata wartawan Harian Kompas ini, Rabu (31/3).
Sebelumnya, jelas Megandika, pada saat ada kunjungan Bupati Banyumas Achmad Husein, sejumlah wartawan memang boleh masuk. Kemudian setelah itu dilarang. Panitia beralasan hanya boleh tiga media setiap harinya. Namun, pengumuman itu mendadak dan tidak sampai di kalangan jurnalis.
Wartawan lainnya dari Kantor Berita Antara Sumarwoto juga mengaku kecewa, karena tidak diperbolehkan masuk. "Kami sudah sering meliput vaksinasi, bahkan kami sudah dua kali vaksin. Kami tahu bagaimana menjaga protokol kesehatan. Namun, ternyata dari panitia mengatakan bahwa wartawan kadang tidak memenuhi prokes," ujarnya.
Sementara jurnalis dari Kompas.com, Fadlan Mukhtar Zain juga menyatakan kekecewaannya. "Saya itu sudah sejak beberapa hari yang lalu mempublikasikan berita mengenai rencana vaksinasi lansia. Berita ini sangat menarik agar masyarakat dengan sadar ikut vaksinasi. Tetapi kenyataannya, ketika kami ingin lebih dekat meliuput vaksinasi kepada lansia sama sekali tidak diperbolehkan. Tidak tahu, apa alasan panitia," katanya.
Terkait ini, salah satu panitia bernama Pricilia mengatakan bahwa larangan meliput untuk menjaga prokes. Sebab, wartawan sering tidak mengindahkan prokes. (OL-13)
Baca Juga: Vaksinasi Untuk Lansia Terus Berlanjut
Produksi dahak yang minim pada lansia serta penggunaan antibiotik yang luas sebelum diagnosis sering kali menghambat identifikasi agen penyebab.
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Di Indonesia, fenomena employee-caregivers atau karyawan yang merangkap sebagai pengasuh orang tua di rumah menjadi tantangan unik.
Biasanya kalau di tempat ramai, dia (lansia) itu sudah merasa enggak bisa (mendengar). Itu disebut sebagai cocktail party deafness.
Penurunan fungsi pendengaran sering dianggap sebagai konsekuensi alami dari pertambahan usia.
Ingin mudik aman tanpa drama? Simak panduan lengkap manajemen stres dan kenyamanan kabin khusus untuk perjalanan bersama anak-anak dan lansia di sini
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved