Selasa 30 Maret 2021, 09:01 WIB

Pengangguran di Temanggung Naik Dua Kali Lipat

Tosiani | Nusantara
Pengangguran di Temanggung Naik Dua Kali Lipat

MI/Tosiani
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Temanggung, Agus Sarwono

 

ANGKA pengangguran di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah meningkat dua kali lipat dalam kurun waktu sekitar setahun. Hal ini lantaran banyak perusahaan yang tutup dan berhenti beroperasi sebagai imbas dari pandemi covid-19

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Temanggung, Agus Sarwono, mengatakan, selain karena banyak perusahaan yang tutup terdampak pandemi. Penambahan angka pengangguran juga dipicu bertambahnya angkatan kerja. Padahal peluang kerja yang ada amat terbatas.

"Jumlah pengangguran bertambah iya. Di samping ada perusahaan besar dan kecil  tutup, angkatan kerja bertambah sedangkan peluang kerja sangat terbatas,"ujar Agus Sarwono, Selasa (30/3).

Agus menyebutkan, jumlah perusahaan yang tutup dan berhenti beroperasi di Temanggung saat ini sudah mencapai 60 unit perusahaan. Kondisi ini menyebabkan jumlah penggangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dan yang dirumahkan mencapai angka 6.191 orang pada akhir tahun 2020 lalu. Data per akhir Maret 3021, jumlah pengangguran telah bertambah sekitar dua kali lipatnya, yakni mencapai 13.610 orang. Diantara banyak perusahaan yang merumahkan tenaga kerjanya ada dari sektor perkayuan.

"Kalau dari hasil koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin tidak bisa menyebutkan jumlah, cuma prosentase. Yakni angka pengangguran tahun 2019 sebanyak 2,99 persen, lalu di tahun 2020 meningkat jadi 3,85 persen," kata Agus.

Mengatasi situasi ini, terhadap perusahaan yang sudah mulai berjalan seperti SJI dan perusahaan lain, Agus meminta agar memprioritaskan warga Temanggung untuk bisa diterima bekerja. Agus juga menyarankan tenaga kerja untuk ikut mendaftar kartu prakerja yang akan dibuka oleh Menko PMK dalam waktu dekat.

baca juga: Angka Pengangguran Di Cianjur Menigkat Selama Pandemi

Ketua Federasi Serikat Buruh Kehutanan Perkayuan dan Pertanian Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB HUKATAN SBSI) Kabupaten Temanggung, Wahyudi, mengatakan, belakangan sektor perkayuan sudah mulai menggeliat lagi. Setelah sebelumnya juga terdampak pandemi. Hanya saja masih ada buruh yang dirumahkan dari PT Duta Sumpit Indonesia.

"Sudah mulai menggeliat untuk sektor kayu lapis, sudah mulai banyak order. Tapi yang dirumahkan masih ada dari PT Duta Sumpit Indonesia di daerah Pringsurat," kata Wahyudi. (OL-3)


 

Baca Juga

Medcom

Empat Kasus Kekerasan terhadap Pers Terjadi di Sumut Sebulan Terakhir

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:58 WIB
Sebelum kasus pembunuhan Marsal, pada 29 Mei 2021 rumah seorang jurnalis bernama Abdul Kohar Lubis di Kota Pematangsiantar diteror...
DOK

Apps Sumut Bersinar, Cara Baru Polda Sumut Perangi Marak Narkoba

👤 Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:50 WIB
Adalah AKBP Fadris SR Lana, Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Sumut, yang menjadi sosok sentral di balik aplikasi...
DOK

Proses Hukum Kasus Narkoba Sekda Nias Utara Diminta tetap Berjalan

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:40 WIB
Sebagai ASN tertinggi di Nias Utara seharusnya Yafeti menjadi teladan bagi masyarakatnya. Bukan malah melakukan tindakan tidak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya