Sabtu 06 Maret 2021, 05:40 WIB

Angka Pengangguran Di Cianjur Menigkat Selama Pandemi

Widhoroso | Nusantara
Angka Pengangguran Di Cianjur Menigkat Selama Pandemi

DOK MI
Ilustrasi

 

BADAN Pusat Statistik (BPS) Cianjur, Jawa Barat, mencatat selama pandemi Covid-19 yang sudah berjalan satu tahun, membuat angka pengangguran di wilayah tersebut, mengalami peningkatan sebanyak 25.891 dari sebelumnya 105.125 menjadi 131.016 orang.

Kasi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Cianjur, Warji Permana di Cianjur Jumat (5/3) mengatakan pihaknya mencatat angka pengangguran pada 2020 meningkat dibanding 2019, sebanyak 25.891 orang atau naik 1,21 persen, sebagian besar akibat pandemi.

"Angka tersebut cukup tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dimana pemerintah daerah sempat berusaha menurunkan angka pengangguran dengan membuka berbagai lapangan pekerjaan termasuk memberikan izin sejumlah perusahaan besar berdiri di Cianjur," katanya.

Namun selang beberapa bulan pandemi yang menghantam seluruh dunia, membuat angka pengangguran di Cianjur, meningkat karena berbagai faktor seperti PHK besar-besaran akibat perusahaan menghentikan produksi, angka kunjungan wisatawan menurun tajam, hingga sektor usaha kecil menengah sepi pesanan.

"Namun ini terjadi di seluruh Indonesia bahkan dunia, karena pandemi seluruh sektor terkena imbasnya, sehingga angka pengangguran meningkat termasuk di Cianjur," katanya.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Disnakertrans Cianjur, Ricky Ardhi mengatakan naiknya angka pengangguran di Cianjur karena imbas pendemi Covid-19. Sebagian besar pekerja banyak yang dirumahkan karena perusahaan tidak dapat berproduksi karena berbagai hal termasuk terhentinya bahan baku.

Faktor lain tutur dia, akibat pertumbuhan angkatan kerja tidak sebanding dengan kesempatan kerja yang ada. Pemerintah daerah, jelasnya, saat ini sedang berusaha mengatasi hal tersebut dengan cara memperluas kesempatan kerja bagi pancari kerja.

"Pemerintah daerah, saat ini tengah meningkatkan hubungan kerja industrial yang kondusif dan harmonis sehingga bisa meminimalisir perselisihan antara pihak perusahaan dan karyawan. Bahkan pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai kemudahan untuk investor guna berinvestasi di Cianjur," katanya (Ant/OL-15)

Baca Juga

Medcom

Empat Kasus Kekerasan terhadap Pers Terjadi di Sumut Sebulan Terakhir

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:58 WIB
Sebelum kasus pembunuhan Marsal, pada 29 Mei 2021 rumah seorang jurnalis bernama Abdul Kohar Lubis di Kota Pematangsiantar diteror...
DOK

Apps Sumut Bersinar, Cara Baru Polda Sumut Perangi Marak Narkoba

👤 Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:50 WIB
Adalah AKBP Fadris SR Lana, Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Sumut, yang menjadi sosok sentral di balik aplikasi...
DOK

Proses Hukum Kasus Narkoba Sekda Nias Utara Diminta tetap Berjalan

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:40 WIB
Sebagai ASN tertinggi di Nias Utara seharusnya Yafeti menjadi teladan bagi masyarakatnya. Bukan malah melakukan tindakan tidak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya