Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 1.515 anggota di Polda Papua Barat termasuk Polres dan Polsek mendapatkan suntikan vaksin sinovac Covid-19, tahap kedua, Kamis (18/3). Vaksinasi digelar di Mapolda Papua Barat.
Sebelum disuntik vaksin, petugas medis memeriksa terlebih dulu kondisi kesehatan baik tekanan darah dan penyakit bawaan. Jika dinyatakan memenuhi syarat baru bisa dilakukan penyuntikan vaksin.
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing dan Wakapolda Petrus Patrige Renwarin mendapat suntikan vaksin pertama kali, diikuti personel lainnya.
Irjen Tornagogo Sihombing mengajak masyarakat di Papua Barat, untuk tidak takut di vaksinasi. "Karena dosis vaksin secara klinis sudah dijamin keamanan oleh BPOM RI," kata Tornagogo seusai divaksi, di Manokwari.
Dia berharap, seluruh lapisan masyarakat mendukung program vaksinasi. Dengan vaksinasi ini maka terhindar dari penularan Covid-19. "Apa yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan warganya dari penularan Covid-19," pesannya.
Pihaknya, jelas dia, akan terus memberikan edukasi dan imbaun kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan sering berolahraga dan konsumsi makanan yang bergizi.
"Dengan patuhi protokol kesehatan terutama memakai masker ini penting sebagai benteng utama agar terhidar dari virus ini.Saya sudah divaksin, ya puji Tuhan kondisi sehat. Setelah vaksin tidak ada efek samping," ucapnya.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Papua Barat, Kombes Pol Sariman menjelaskan, total keseluruhan anggota di wilayah hukum Polda Papua Barat yang sudah divaksin sebanyak 1.515 orang.
"Bagi mereka belum divaksin akan lakukan secara bertahap. Anggota Polri wajib divaksin, karena mereka ini rentan tertular Covid-19," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga:
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mempersiapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol saat puncak mudik lebaran 2026.
Polda Sumut mengerahkan sedikitnya 11.417 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait.
kultur kekerasan yang masih melekat dalam tubuh Kepolisian menunjukkan bahwa reformasi kepolisian pasca-pemisahan dari ABRI belum berjalan tuntas.
Dari 58 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara sejak 27 November 2025, 33 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer dan sekunder serta sudah diserahkan kepada keluarga.
Polda Jabar juga menyediakan 128 personel dari satuan SAR Brimob yang meliputi unit SAR, K9, serta pengemudi kendaraan rescue.
Polisi bertindak setelah menerima informasi dari masyarakat bahwa JM hendak membawa sabu menuju Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulteng, menggunakan jasa rental angkutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved