Kamis 11 Maret 2021, 10:16 WIB

Peduli Ekowisata, Polisi Lestarikan Mangrove di Pesisir Timur

Solmi | Nusantara
Peduli Ekowisata, Polisi Lestarikan Mangrove di Pesisir Timur

MI/Solmi

 

SEPAK terjang anggota Kepolisan Resort Tanjungjabung Barat, Polda Jambi ini patut diapresiasi. Di tengah kesibukan mengurusi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), atau repot mencegah penyebaran Covid-19 dan kebakaran hutan lahan (karhutla), mereka masih sempat menyisihkan waktu membantu melestarikan hutan mangrove (bakau) untuk menjadi destinasi ekowisata di pantai timur Jambi.

Kawasan yang menjadi target yakni Hutan Wisata Manggrove Pangkal Babu yang sebagian bibirnya telah kerontang akibat abrasi dan penebangan oleh oknum masyarakat.

Aksi peduli lingkungan kerap dilakukan saban senja, menunaikan tugas pokok. Dikomandoi Kapolres Tanjungjabung Barat Ajun Komisaris Guntur Saputro, anggota yang turun harus rela bermandikan lumpur.

Lantaran selain menanam bibit manggrove baru, seperti yang dilakukan Selasa petang (9/3), Guntur dan kawan-kawan harus membersihkan sampah, terutama sampah plastik yang berpotensi merusak lingkungan pantai.

Kapolres Tanjungjabung Barat Guntur Saputro menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian gebrakan membumi (memberikan bakti untuk masyarakat Indonesia) yang melekat di tubuh Polri.

''Ini bagian dari tugas kami. Mangrove  amat berguna untuk keamaman dan keseimbangan ekologi daerah pesisir. Jika dikelola dengan baik,
tentunya bisa menjadi destinasi wisata oleh wisatawan minat khusus,''  papar Guntur.

Guntur menyebutkan, keberadaan mangrove, khususnya di daerah pesisir Tanjungjabung Barat kian berkurang akibat ditebangi dan digerusi gelombang laut. Akibatnya, sebagian bibir pantai dan bantaran muara Sungai Pengabuan mengalami abrasi dan erosi. Termasuk mangrove pantai Desa Pangkal Babu yang digadang-gadang oleh pemerintah daerah setempat sebagai objek wisata ekologi andalan.

Berharap keikutsertaan masyarakat, Polres Tanjab Barat tahun 2021 ini merencanakan penanaman sebanyak 2.001 batang bibit pohon mangrove di sejumlah lokasi yang rusak. Termasuk menyisip pohon bakau gagal tumbuh di kawasan Hutan Mangrove Pangkal Babu yang ditanami pada peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun 2020 lalu.

''Kita berupaya mendorong supaya keberadaan hutan mangrove di daerah ini kembali normal. Untuk akselarasi, tentu selanjutnya peran pemerintah dan institusi terkait sangat dibutuhkan.  Muaranya nanti, bila kawasan Pangkal Bambu menjadi objek wisata ekololgi yang bagus, diyakini akan membangkitkan perekonomian masyarakat  setempat yang saat ini masih terpuruk akibat pandemi,'' beber kapolres yang berkat gebrakan dan kinerjanya dianugerahi penghargaan oleh empat lembaga tinggi negara belum lama ini.

H. Anwar Sadat yang baru saja resmi dilantik sebagai Bupati Tanjungjabung Barat, mengapresiasi positif kepedulian yang diperlihatkan jajaran kepolisian. Gebrakan yang dilakoni Guntur Saputro Cs, dia harapkan memberi semangatnya melestarikan hutan mangrove dan ditawarkan menjadi objek wisata ekologi di kawasan pantai timur Jambi.

Untuk diketahui, hutan mangrove di Provinsi Jambi seluas 9.300 hektare. Terhampar di kawasan pantai timur Sumatera, mencakup dua kabupaten. Sekitar 4.188 hektare berada di Tanjungjabung Barat, dan sisanya di Kabupaten Tanjungjabung Timur.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memberikan perhatian khusus untuk mewujudkan hutan mangrove yang ada menjadi objek ekowisata. Mendapat dukungan dana APBN dan APBD setempat, sebesar belasan miliar rupiah semenjak 2019 sudah dialokasikan untuk pengembangan hutan mangrove, khususnya di kawasan Pangkal Babu yang berdekatan dengan pusat kota Kuala Tungkal (bukota kabupaten), untuk objek ekowisata.

Anggaran tersebut antara lain sudah dibangunkan untuk sejumlah fasilitas pendukung di dalam kawasan hutan mangrove Pangkal Babu. Antara lain berupa akses jalan panggung dari kayu yang memberi peluang wisawatan menjelajahi eksotiknya alam hutan mangrove yang berjarak tempuh sekitar 2,5 jam dari Kota Jambi.

Namun lantaran kurang gaung dan masih terbatasnya infrastuktur pendukung, semenjak dicanangkan sebagai destinasi ekowisata, hutan mangrove seluas 500 hektare yang terletak di Desa Pangkal Babu, Kecamatan Tungkal Ilir, masih lengang kunjungan wisawatan, baik domestik maupun wisawatan minat khusus.

Bupati Anwar Sadat mengatakan, gebrakan dari jajaran Polres Tanjungjabung Barat, yang rela berkubang lumpur merawat dan membersihkan sampah di hutan mangrove Pangkal Babu dan sekitarnya, bisa menggairahkan para pihak untuk mendukung cita-cita pemerintah dan rakyat Tanjungjabung Barat mewujudkan Pangkal Babu menjadi objek wisata membawa manfaat sosial, ekonomi dan lingkungan di pantai timur Jambi. (Solmi/OL-10)

Baca Juga

MI/Ardi Teristi

Objek Wisata di Kaliurang Perlu Dukungan Transportasi Umum

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Sabtu 18 September 2021, 07:19 WIB
Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan pihaknya tengah mengkaji untuk menghidupkan kembali angkutan umum...
Antara/Andreas Fitri Atmoko

Gerakan Malam Hari Loro Blonyo Percepat Capaian Vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Sabtu 18 September 2021, 00:50 WIB
Melalui gerakan vaksinasi yang dilakukan Komunitas Loro Blonyo dibantu TNI dan Polri, saat ini masyarakat di sekitar pantai selatan...
 ANTARA/Adwit B Pramono

Pandemi Mereda, Kebutuhan Tepung Diprediksi Meningkat

👤Bayu Anggoro 🕔Jumat 17 September 2021, 23:25 WIB
Produsen terigu BOLA Deli terus memperluas jaringan distribusinya hingga ke seluruh...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya