Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah saat ini masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat dan Provinsi terkait upaya pencegahan masuknya varian baru covid B 117 ke daerah itu. Sejauh ini upaya yang masih dijalankan hanya penerapan protokol kesehatan saja.
Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo mengatakan, pihaknya terus memantau kemungkinan pergerakan masuknya varian baru virus berbahaya tersebut. Namun sejauh ini belum terdeteksi ada warga Temanggung yang terpapar varian baru covid B 117 tersebut.
"Dalam pantauan belum ada covid varian baru di Temanggung," ujar Bowo, Jumat (5/3).
Bowo mengatakan, upaya memproteksi warganya agar tidak terinfeksi varian baru virus yang lebih berbahaya itu pasti akan dilakukan. Hanya saja Pemkab Temanggung belum menerima instruksi lebih lanjut untuk mencegah virus itu masuk. Sementara ini upaya yang bisa dilakukan hanya disiplin menerapkan standar prokes pencegahan covid-19. Upaya lainnya adalah memperlancar proses vaksinasi.
"Kami belum ada instruksi lebih lanjut terkait dengan pencegahan varian baru Covid B 117, upaya yang kita lakukan masih memakai prokes dan penerapan 5M, disamping untuk memperlancar pemberian vaksin,"kata Bowo.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, Dwi Sukarmei menambahkan, pihaknya juga gencar melakukan razia penerapan prokes di sejumlah tempat di Temanggung. Meski begitu sampai saat ini pihaknya belum pernah menerapkan denda bagi pelanggar prokes pencegahan covid-19.
"Belum ada denda yang kenakan pada pelanggar prokes," ujar Dwi.
baca juga: Penyintas Varian B117 masih Jalani Isolasi Mandiri di Brebes
Saat ini angka covid di Temanggung cenderung melandai. Secara keseluruhan, total angka kumulatif terkonfirmasi korona di Temanggung sudah mencapai 3.767 kasus. Dari jumlah itu 3.537 dinyatakan sembuh, 174 meninggal, dan angka terkonfirmasi saat ini ada 58. Terdiri dari 48 tanpa gejala dan menjalani isolasi, serta delapan orang bergejala dirawat di rumah sakit.
Adapun total angka kumulatif suspek korona sudah mencapai 3.858 kasus. Terdiri dari 3.591 discarded, 208 probable meninggal, dan suspek saat ini 58. Pemkab Temanggung juga telah melakukan tes PCR pada 25.616 orang, dimana 228 orang masih menunggu hasilnya. (OL-3)
MESKI belum ditemukan adanya kasus super flu di wilayah Temanggung, Jawa Tengah, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran super flu.
Warga berpartisipasi dalam tradisi Nyadran Pepunden di Dusun Kebondalem, Kemiri, Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah.
Tradisi yang diikuti ribuan peserta digelar dalam rangka tradisi napak tilas sejarah berdirinya Kabupaten Temanggung.
BENCANA tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Kejajar, Kamis (25/9) menutup akses jalan menuju Temanggung
Tujuannya agar para siswa tidk bersinggungan dengan rencana aksi demonstrasi yang akan berlangsung Senin (1/9) di halaman Gedung DPRD setempat.
ASN dan tenaga pendidik Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung, diminta tidak mengenakan seragam dan tidak mengendarai kendaraan dinas
Menutup/melarang sementara masuknya WNA dengan riwayat perjalanan 14 hari terakhir dari 11 negara.
Berkaca pada varian Delta, Indonesia terlambat mencegah dan mengantisipasi sehingga terjadi lonjakan kasus positif
Pengumuman itu muncul saat sejumlah negara-negara di Asia memperketat perbatasan karena khawatir dengan varian baru
Sepanjang Ccvid-19 belum terkendali dan imunitas kelompok belum terbentuk, prokes ketat dan pembatasan kegiatan warga tetap perlu diutamakan oleh pemerintah.
TIM riset While Genome Sequencing (WGS) LIPI mengkonfirmasi 44 dari 61 sampel pasien Covid-19 asal Karawang, Jawa Barat terindentifikasi varian B.1617.2 atau varian Delta dan 3 Alpha.
VARIAN Covid-19 Delta, yang awalnya muncul di India, menjadi varian dominan secara global, menurut kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Soumya Swaminathan,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved