Selasa 02 Maret 2021, 20:35 WIB

Bencana Hidrometeorologi Masih Intai Kota Sukabumi

Benny Bastiandy | Nusantara
Bencana Hidrometeorologi Masih Intai Kota Sukabumi

DOK MI
Bencana tanah bergerak.

 

HINGGA saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Jawa Barat. BPBD terus mengingatkan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Pasalnya, hujan diprediksi masih terjadi.

"Pada prinsipnya, kami selalu mengingatkan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi maupun pada setiap kesempatan agar selalu waspada dengan
potensi bencana," ungkap Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, Selasa (2/3).

Ia menjelaskan memasuki awal 2021 curah hujan relatif masih cukup tinggi. Akibatnya, potensi kebencanaan pun masih bisa terjadi.

Lebih jauh dijelaskan Zulkarnain, sepanjang Februari 2021 terjadi delapan bencana hidrometeorologi di Kota Sukabumi yang menimbulkan kerugian mencapai Rp192 juta. Rincian 8 kejadian bencana itu terdiri dari tanah longsor sebanyak 3 kali, cuaca ekstrem sebanyak 3 kali, dan kebakaran permukiman sebanyak 2 kali.

Tanah longsor terjadi di Kelurahan Sindangpalay di Kecamatan Cibeureum, Kelurahan Karangtengah di Kecamatan Gunungpuyuh, serta Kelurahan Cisarua di Kecamatan Cikole. Sementara cuaca ekstrem terjadi di Kelurahan Situmekar dan Lembursitu di Kecamatan Lembursitu serta di Kelurahan Karamat.

"Sedangkan dua kali kebakaran permukiman terjadi di Kelurahan Karangtengah di Kecamatan Gunungpuyuh dan di Kelurahan Selabatu di Kecamatan Cikole," ungkapnya.

Zulkarnain menyebutkan pada kondisi sekarang, cuaca ekstrem pun diwaspadai BPBD bisa terjadi. Pasalnya, intensitas curah hujan saat ini kerap disertai angin kencang.

"Kategori cuaca ekstrem itu di antaranya kondisi yang ditengarai angin sekitar lebih dari 45 kikometer per jam dan suhu di atas 35 derajat celcius serta kurang dari 17 derajat celcius dengan kelembapan udara sekitar 40 persen. Hal ini berdampak pada potensi tumbangnya pohon, tiang, atau baligo," jelas Zulkarnain. (OL-15)

 

Baca Juga

MI/Alexander P. Taum

Pemda Siapkan Takjil Tim SAR, Relawan dan Pengungsi di Lembata

👤Alexander P. Taum 🕔Selasa 13 April 2021, 16:50 WIB
DINSOS P2KB Kabupaten Lembata, NTT mempersiapkan takjil untuk sahur dan berbuka bagi relawan kemanusiaan yang membantu korban bencana...
Antara

Akses Ekonomi 13 Desa Kecamatan Adonara Tengah Lumpuh

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 13 April 2021, 16:27 WIB
RUAS jalan utama yang menghubungkan 13 desa Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, NTT terputus mengakibatkan ekonomi warga...
Ant

Kinerja Khofifah-Emil Belum Memuaskan Milineal Jatim

👤Faishol Taselan 🕔Selasa 13 April 2021, 15:30 WIB
KEPEMINPINAN Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak, dimata milineal tidak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya