Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria bernama Seingu Riamu, 30, menyerang dan membakar rumah di Kampung Golusewu, Kelurahan Weedabo, Kecamatan Loli, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan empat orang tewas, Senin (1/3) sekitar pukul 20.00 Wita.
Kapolres Sumba Barat, Ajun Komisaris Besar FX Irwan Arianto, Selasa (2/3) mengatakan dua di antara korban tewas adalah lansia yakni Jodi Poro Ama Louru, 90, dan Sori Kadi Ina Louru, 85. Dua korban lagi bernama Agustina Lende alias Ina Saingu, 50, dan Ariance Nija Jala, 25.
Para korban meninggal dengan kondisi luka bakar karena terjebak kobaran api, sedangkan dua korban lagi menderita luka berat yakni Toda Lero, 55, dan luka ringan Keladi Seli, 33. Toda Lero menderita luka robek lebar pada pergelangan tangan kiri hampir putus serta luka robek sedang pada tulang kering kaki kanan, sedangkan Keladi Seli mengalami luka ringan.
"Seingu Riamu sekarat dan dirawat intensif pasca dihajar massa dan mengalami luka robek pada lengan kanan, lengan kiri, pelipis kiri, patah tulang serta robek pada tulang kering, kmudian luka pada bibir, memar di dada sebelah kiri, luka robek di tempurung kepala bagian belakang serta luka robek pada punggung belakang," kata Ajun Komisaris Besar FX Irwan Arianto.
Menurutnya, kejadian berawal dari Seingu Riamu asal kelurahan tetangga, Waedado, menemui seorang warga bernama Melkianus Poro Tana di rumahnya sekitar pukul 20.00 Wita. Di sana, selain bertemu Melkianus Poro Tana, ia juga bertemu seorang warga bernama Aristorius Lero. Kepada Aristorius, ia menanyakan keberadaan orang tuanya yang meninggal sejak Januari 2021.
baca juga: Puncak Musim Hujan Sudah Lewat, Warga Tetap Waspada
Ia tidak puas dengan jawaban Aristorius Lero yang menyebut mendiang ayahnya sedang tidur. Seingu kemudian merampas parang dari tangan Melkianus Poro Tana dan langsung membacoknya di tangan kiri.
Warga lainnya, Keladi Seli datang menolong namun ia malah dibacok, kemudian mendatangi rumah milik Jodi Poro Ama Louru dan membakar rumah tersebut yang tak jauh dari lokasi tersebut. Kapolres FX Irwan Arianto menambahkan, informasi dari warga menyebutkan pelaku mengalami gangguan jiwa sejak ayahnya meninggal. Namun polisi tidak langsung memercayai informasi dari warga tersebut.
"Kalau dia gangguan jiwa, harus ada surat keterangannya kalau dia betul gangguan jiwa. Tapi untuk sementara Seingu Riamu yang juga luka parah dihajar massa dirawat di rumah sakit dan kita tetap proses," tandasnya. (OL-3)
Petugas Damkar Jakarta Utara padamkan kebakaran bak air PAM Jaya di Pluit akibat pengelasan filter air. Api berhasil dikendalikan dalam 30 menit.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Petugas pemadam kebakaran menunjukkan respons yang cukup impresif dengan tiba di lokasi kejadian hanya enam menit setelah laporan diterima, yakni pukul 21.31 WIB.
Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Pedongkelan Belakang, RT 03/RW 14, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1) dini hari.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved