Jumat 26 Februari 2021, 04:15 WIB

BI NTT Dorong Warga Transaksi Melalui QRIS

Palce Amalo | Nusantara
BI NTT Dorong Warga Transaksi Melalui QRIS

Antara/Adiwinata Solihin
Ilustrasi

 

BANK Indonesia Kantor Perwakilan (KP) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong masyarakat berpindah ke transaksi digital mengunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) demi mencegah potensi penyebaran virus covid-19 melalui uang tunai.

Per 19 Februari 2021, sebanyak 32.443 pedagang di NTT sudah terdaftar dan menggunakan QRIS dan 1.889 pedagang di antaranya berlokasi di Manggarai Barat. Sedangkan di seluruh Indonesia, sebanyak 6,3 juta  pedagang telah mengunakan QRIS.

Potensi peningkatan jumlah pedagang yang menggunakan QRIS masih cukup besar jika dilihat dari total jumlah pedagang pasar dan UMKM di NTT. Untuk itu, Bank Indonesia telah menargetkan 12 juta pedagang di seluruh Indonesia mengunakan QRIS pada 2021.

"Mari kita sukseskan program nasional menuju 12 juta merchant QRIS se-nusantara," Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam Seminar Edukasi Bank Indonesia QRIS yang digelar secara virtual di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (25/2).

Menurutnya, inovasi di area sistem pembayaran tersebut dapat menghubungkan dengan mudah transaksi antar aplikasi bank atau non-bank, termasuk bank-bank di daerah, serta pembayaran oleh turis mancanegara. Selain itu, QRIS juga dapat mendorong kemajuan sektor perdagangan khususnya di pasar tradisional dan UMKM serta mempercepat akses keuangan bagi pelaku usaha sehingga memperluas inklusi ekonomi dan keuangan.

"Di situasi pandemi Covid-19 yang masih kita alami saat ini, kebutuhan untuk digitalisasi semakin meningkat dan mau tidak mau, kita mulai terbiasa menggunakan teknologi," tambahnya.

Saat ini, pengguna terbanyak QRIS di NTT terdapat di Kota Kupang 10.472 merchant dan Manggarai Barat 1.746 merchant. Selain itu, pada 2019, transaksi uang elektronik sebesar Rp145,2 triliun, tetapi pada 2020 naik mencapai Rp204,9 triliun. Penaikan juga terjadi pada transaksi e-comerce yakni naik dari Rp205,5 trilun pada 2019 menjadi Rp266,2 triliun pada 2020.

Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Pembayaran (SP) dan Pengawasan Sistem Pembayaran Uang Rupiah (SP-PUR) Kantor Perwakilan BI NTT, Ni Luh Putu Sri Sandhi mengatakan QRIS sangat bermanfaat bagi Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas. "Dengan transaksi nontunai ini akan meningakatkan citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata yang lebih moderen dan nyaman," ujarnya. (OL-15)

Baca Juga

ANTARA/M Agung Rajasa

Pengunjung Indonesia Hijabfest Capai Ribuan Orang per Hari

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 11 April 2021, 17:50 WIB
Indonesia Hijabfest ini merupakan salah satu upaya pemberdayaan 1.000 UMKM melalui merek-merek ternama yang...
MI/BAYU ANGGORO

Ramaikan Industri Kosmetik, Skin Solution Menambah Pabrik Baru

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 11 April 2021, 17:45 WIB
Perkembangan industri kosmetik saat ini mengalami kemajuan yang cukup pesat meski pandemi covid 19 belum...
ANTARA/Iggoy el Fitra

Polres Cimahi Akan Tindak Tegas Penimbun Sembako

👤Depi Gunawan 🕔Minggu 11 April 2021, 17:35 WIB
Polres Cimahi, Jawa Barat mengingatkan pengusaha, pedagang, distributor, dan agen tidak menimbun sembako serta kebutuhan pokok lainnya saat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tata Ulang Desain Olahraga Nasional untuk Capai Prestasi

 Prestasi tidak dicapai dengan proses singkat. Kerap kali butuh waktu bertahun-tahun untuk meraihnya

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya