Kamis 25 Februari 2021, 17:47 WIB

Balita Maria Keisha Wea Idap Hidrocefalus Butuh Uluran Tangan

Ignas Kunda | Nusantara
Balita Maria Keisha Wea Idap Hidrocefalus Butuh Uluran Tangan

MI/Ignas Kunda.
Rosadalima Gowa dan Maria Keisha Wea.

 

MARIA Keisha Wea, 4, putri dari Emanuel Niki dan Rosadalima Gowa asal Desa Wolokisa Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, saat ini sangat membutuhkan uluran tangan dari sesama. Maria harus segera dioperasi untuk mengeluarkan kelebihan cairan dari kepalanya karena mengidap hidrocefalus sejak berusia 3 bulan.

Ibu Maria, Rosadalima Gowa, di RSD Aeramo Kabupaten Nagekeo menjelaskan bahwa pada 2019 putrinya pernah menjalani operasi hidrocefalus di RS RKZ Surabaya atas bantuan dari LSM luar negeri. "Saat itu sebagian cairan dari kepalanya dikeluarkan. Maria juga dipasangi selang dari kepala ke saluran pencernaannya, untuk mengalirkan cairan dari kepalanya," jelasnya.

Setelah operasi tersebut, keadaan Maria berangsur membaik, meskipun tidak dapat berbicara. "Namun setahun kemudian, Maria sering mengalami kejang-kejang," jelasnya.

Karena itu, Rosadalima membawa anaknya ke Puskesmas Mauponggo dan kemudian dirujuk ke RSD Aeramo. "Dokter menyatakan bahwa ukuran selang yang terpasang dalam tubuh Maria menjadi terlalu pendek karena pertumbuhan Maria. Karenanya, Maria sering mengalami kejang sebab selangnya tidak berfungsi dengan baik lagi. Selang tersebut harus segera diganti dan karenanya perlu operasi lagi untuk pemasangan selang baru sekaligus mengeluarkan kelebihan cairan dari kepalanya," ungkapnya.

Dokter menyarankan agar Maria dirujuk ke RS Siloam Kupang untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. "Namun kami kesulitan biaya, sebab kami berdua hanyalah petani yang hidup sangat sederhana. Kami juga belum dapat mengurus KIS sebab beberapa alasan. Kami belum dapat menikah secara resmi," akunya.

Rosadalima dan suaminya berharap ada keajaiban Tuhan bagi putri tunggal mereka Maria. "Kami berharap agar ada pihak yang dapat membantu kami, baik dari pemerintah maupun sesama kami. Untuk transportasi, akomodasi, dan operasi Maria, kami tidak memiliki biaya. Biaya pengobatan selama ini, baik di puskesmas maupun RSD Aeramo kami bayar sendiri, karena kami belum memiliki KIS," tutupnya. (RO/OL-14)

Baca Juga

MI/Koresponden

Ganjar: Dolanan Tradisional Bantu Siswa Cegah Radikalisme

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 11:51 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai permainan atau dolanan tradisional bisa membantu siswa sekolah tak berpaham...
MI/Lina Herlina

Jalur Kereta Api Makassar-Parepare Ditargetkan Beroperasi 2023

👤Lina Herlina 🕔Rabu 14 April 2021, 11:43 WIB
Jalur Kereta Api Tran Sulawesi Makassar-Parepare akan memiliki panjang track 142 kilometer (km) dan 16...
MI/Depi Gunawan

Kapolda Jabar: Jangan Coba-Coba Curi Start Mudik!

👤Depi Gunawan 🕔Rabu 14 April 2021, 11:00 WIB
"Polda dan instansi terkait sudah menyiapkan langkah antisipasi. Kurang lebih ada 338 pos penyekatan yang tersebar di seluruh wilayah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya