Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRES AKB Edy Suranta Sitepu bersama Dandim 0723 Klaten Letkol (Inf) Joni Eko Prasetyo mengunjungi Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten. Kunjungan itu untuk pengecekan penerapan PPKM berbasis mikro, Selasa (23/2).
Turut hadir dalam pengecekan PPKM mikro di Desa Kemudo, antara lain Asisten I Sekretariat Daerah Klaten Ronny Roekmito, Kepala Dinas Kesehatan Cahyono Widodo, pejabat utama Polres Klaten, dan Forkopimcam Prambanan.
Desa Kemudo merupakan salah satu dari 401 desa/kelurahan di Kabupaten Klaten yang dinilai telah berhasil menjalankan PPKM berbasis mikro dengan baik. Sehingga, layak menjadi percontohan untuk desa-desa lainnya.
Kapolres Edy Sitepu mengatakan, pengecekan PPKM berbasis mikro di Desa Kemudo dilakukan untuk memastikan penerapan program dan kegiatan yang diinstruksikan pemerintah untuk pengendalian covid-19 berjalan dengan
baik.
Baca Juga: Klaten Terapkan PPKM Berbasis Mikro
Melalui kebijakan PPKM mikro, pemerintah mengharapkan penyebaran covid-19 bisa dikendalikan. Untuk itu, unsur terbawah pemerintahan dilibatkan, dalam hal ini kepala desa yang dibantu oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
''Penerapan PPKM mikro di Desa Kemudo sudah berjalan dengan baik dan layak menjadi contoh desa lainnya di Klaten. Salah satu indikatornya adalah desa ini tak ada lagi kasus covid-19 dan sudah menjadi zona hijau,'' jelasnya.
Menurut Kapolres, posko PPKM mikro sudah didirikan di 401 desa/kelurahan di Kabupaten Klaten. Pun semua sudah berjalan efektif. Hasilnya, ada penurunan penyebaran covid-19 sekitar 40% sejak diberlakukan PPKM berbasis mikro.
Sementara itu, Dandim 0723 Klaten Letkol (Inf) Joni Eko Prasetyo mengatakan, bahwa saat ini banyak permasalahan di masyarakat dengan adanya pandemi covid-19. Namun, semua itu dapat diselesaikan dengan kegotongroyongan.
''Posko PPKM Mikro Desa Kemuda patut dicontoh dan ditularkan kepada desa yang lain. Melalui kegiatan PPKM mikro, penyebaran covid-19 di desa ini berhasil dikendalikan. Sekarang sudah zona hijau, tidak zona kuning lagi,'' imbuhnya.
Kepala Desa Kemudo, Hermawan Kristanto, menjelaskan keberhasilan penanganan covid-19 di desanya tidak lepas dari peran TNI, Polri, dan para relawan, serta masyarakat yang disiplin menerapkan protokol kesehatan.
''Warga Desa Kemudo memiliki komitmen tinggi dalam pencegahan dan pengendalian covid-19, yakni disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, Desa Kemudo sekarang menjadi zona hijau covid-19,'' pungkasnya.
Dalam pengecekan PPKM mikro di Desa Kemudo, Kapolres Edy Sitepu bersama Dandim Joni Eko Prasetyo dan Asisten I Ronny Roekmito di balai desa membagikan 30 paket sembako kepada warga yang terdampak covid-19.
Usai kegiatan di Balai Desa Kemudo, rombongan dengan didampingi Kepala Desa Hermawan Kristanto melakukan peninjauan tempat usaha UMKM, pembuatan masker, warung hidup, dan ruang isolasi mandiri di desa tersebut. (JS/OL-10)
Akibat pencurian tersebut, korban yang bernama Sabiyem (80), petani di Desa Borongan, mengalami kerugian sekitar Rp40 juta.
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
Curah hujan tinggi pada Selasa (3/3) menyebabkan Sungai Dengkeng meluap.
Polres Klaten berhasil membongkar pencetak dan pengedar uang palsu pecahan Rp100.000, serta menangkap empat orang tersangka. Barang bukti uang palsu yang diamankan sebanyak 3.556 lembar.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Tujuannya memberi kesempatan kepada masyarakat pengguna layanan menyampaikan usulan, masukan, dan saran kepada penyelenggara pelayanan terkait dengan pelayanan yang diterima.
DAIKIN kembali menggelar salah satu agenda inisiatif tahunan perusahaan “Roda-Roda Ramadan" dengan menyalurkan 1000 paket sembako (sembilan bahan pokok).
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved