Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 membuat membuat pelaku usaha mengalami penurunan omzet, bahkan berhenti operasi. Namun, hal itu tidak berlaku bagi pedagang di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Omzet pedagang di perkampungan di ujung selatan Pulau Timor itu malah melonjak selama pandemi covid-19.
Lonjakan omzet tidak lepas dari peran PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. (BPTN Syariah) yang menyuntikan modal usaha bagi pedagang.
Di antaranya Agustina Markus, salah satu warga setempat yang kini menyandang predikat sebagai nasabah inpiratif bank yang fokus melayani dan memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah tersebut. Agustina mengawali usahanya dengan membuka warung makanan ringan pada September 2015 setelah menerima modal usaha sebesar Rp5 juta dari BPTN Syariah dengan omzet Rp3 juta per bulan.
Selanjutnya pada Agustus 2020, saat pandemi covid-19, BPTN menambah lagi modal usaha sebesar Rp50 juta. Dengan dana sebesar itu, Agustina bersama suaminya mulai merambah usaha lain yakni menjadi distributor ikan dan budidaya rumput laut. Sejak itu, usaha Agustina terus berkembang. Sekarang dalam sebulan, omzet dari usahanya mencapai Rp108 juta per bulan. Ia bahkan membelil mobil pikap dan memperjakan empat karyawan.
"Karena ibu Agustina pula, desa ini menjadi salah satu tempat peduli BPTN Syariah, kami berikan bantuan perahu untuk pengangkutan rumput laut," kata Communication Head PT Bank BTPN Syariah Tbk Ainul Yaqin kepada wartawan di sela-sela kegiatan Kitchen Tour Nasabah Inspiratif, Rabu (24/2).
Tidak hanya Agustina, di perkampungan itu terdapat sedikitnya 17 perempuan yang diberikan bantuan modal dari BPTN Syariah yang rata-rata usaha mereka telah berkembang dengan baik antara lain sebagai pedagang ikan, kios, dan kerajinan tenun. Seperti Mince Ollo dengan modal awal Rp750 ribu sejak 2020, kini omzet dari usaha tenun dan produk kerajinan tenun yang ditekuninya telah mencapai Rp2,5 juta per bulan.
Menurut Ainun, BTPN Syariah memberikan pembiayaan prasejahtera produktif kepada kelompok perempuan tanpa jaminan. Tujuan pembiayaan berkelompok untuk membangun empat karakter pada diri nasabah, yaitu Berani berusaha, Disiplin, Kerjasama dan Saling Bantu (BDKS) yang diharapkan perilaku tersebut dapat menyebar sehingga tercapai tatanan masyarakat yang memiliki kekuatan secara ekonomi di suatu daerah.
"Kita bangun sifat gotong-royong Indonesia dari hal-hal seperti ini, jika ada yang sakit, anggota yang lain siap membantu cicilannya. Jadi saling bantu itu adalah salah satu cara untuk merekatkan kelompok masyarakat," ujarnya.
Kepala Pembiayaan BTPN Syariah Area Sumbawa dan Kupang, Nurhaidah menyebutkan pembiayaan ini diberikan sebagai modal usaha khusus kepada ibu-ibu prasejahtera yang ada di perdesaan atau pinggiran kota di berbagai daerah di Indonesia untuk memulai usaha atau meningkatkan usaha mikronya.
Tidak hanya memberikan akses keuangan dan modal usaha, Tepat Pembiayaan Syariah juga mengupayakan pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan yang berkala di bidang pengetahuan keuangan, kewirausahaan dan kesehatan. Untuk itu, BPTN Syariah menyiapkan satu petugas lapangan yang berkunjung tiap dua minggu ke nasabah.
Di sana, ia akan melakukan pemberdayaan kepada nasabah yang disebut sebagai pembekalan daya. Pandemi seperti saat ini, selain pembekalan, petugas juga memberikan edukasi mengenai protokol kesehatan atau cara-cara mencegah penyebaran covid-19 yang benar.
"Pemberdayaan penting agar nasabah punya kemampuan mengembangkan usaha mereka," katanya.
baca juga: Kemenkumham Wilayah Babel Siap Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi
Dia menambahkan, bisnis model tersebut sudah berjalan selama 10 tahun, dan ternyata efektif meningkatkan omzet usaha masyarkat, bahkan saat pendemi covid-19. Di NTT, total nasabah untuk sebanyak 11.768 orang dan anggaran yang dikucurkan per Desember 2020 sebesra Rp27 miliar. Sedangkan secara nasional, nasabah yang terdaftar sebanyak 3,95 juta dengan penyaluran anggaran Rp9,5 triliun per Desember 2020. (OL-3)
CPI bersama Bank Indonesia meluncurkan buku pedoman implementasi model bisnis UMKM berkelanjutan sebagai panduan mendorong ekonomi hijau dan akses pembiayaan ramah lingkungan.
Jejak Jajanan Nusantara tidak hanya menampilkan beragam kuliner tradisional, tetapi juga menghadirkan berbagai inisiatif penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.
KBRI Warsawa memboyong empat jenama UMKM unggulan, yaitu Serlium Leathers, Ittaherl, Roka Collections, dan Umiy Lasega Batik.
Pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan mentor berpengalaman di bidang UMKM mengenai permasalahan dalam bisnisnya
Pelajari strategi pengiriman Ramadan agar lebih efisien. Simak tips untuk kelola lonjakan pesanan, kirim paket besar, hingga fitur COD Ongkir.
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tekanan dan ketidakpastian, pengusaha muda membutuhkan kepastian arah kebijakan.
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
ABB di Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama Happy Hearts Indonesia (HHI) melalui program “Water for All”.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengawal proses pemulangan 13 korban dugaan TPPO asal Jabar yang ditemukan di Kabupaten Sikka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved