Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA-masa pandemi Covid-19 menjadi saat yang tepat bagi produk sepatu lokal untuk unjuk gigi. Dengan kreativitas dan inovasi, produk sepatu lokal bisa beradaptasi.
"Pada masa pandemi ini, mereka yang konsisten dengan brandingnya serta menjaga kualitas produklah yang akan bertahan dan tumbuh," terang Mustangin, pemilik usaha produk sepatu Memories ketika ditemui di Yogyakarta, Minggu (7/2).
Ia konsisten dengan produk lokal sepatu kulit yang berkonsep batik, vintage, dan fashionable. Dengan konsistensi itu, sepatu produksinya bisa dikenal masyarakat dan bersaing dengan produk sejenis. Mustangin optimistis terhadap sepatu produksinya karena merupakan produk handmade dan memiliki keunukan karena mengaplikasikan motif batik di sepatu.
Menghadapi pandemi seperti saat ini, kata Mustangin, pengusaha harus mampu membuat terobosan-terobosan, misalnya dengan memberikan promo menarik.
"Salah satu konsep promo yang kami pilih adalah Design by Request. Konsumen diberi keleluasaan memilih konsep sepatu yang diinginkan, baik dari sisi keunikan motif batik, warna, hingga model," kata pria kelahiran Purworejo ini.
Layanan secara daring juga harus dioptimalkan. Konsumen bisa memilih bentuk maupun desain yang diinginkan secara daring. Konsumen diberi kemudahan berkonsultasi dengan para desainer Memories ini akan selalu dilayani 24 jam.
Ciri Batik
Mustangin menceritakan, motif batik yang diaplikasikan di sepatu produksinya. Ide itu lahir saat dirinya mengenyam berkuliah di Yogyakarta. Karya-karyanya banyak terinspirasi pada seni batik dan mempelajari secara detail, baik dari batik Yogyakarta, Solo, Pekalongan maupun batik Pantura. Mustangin tekun berusaha agar motif batik bisa dipadupadankan dengan produk sepatu.
Ia pun rajin melakukan riset pasar agar bisa terus berinovasi. Misalnya, hari ini, Minggu, dirinya datang ke Yogyakarta untuk ambil bahan bahan batik dan melihat kecenderungan yang disukai masyarakat saat ini. Usahanya berbuah hasil. Dari Purbalingga, produk sepatu batik kini sudah merambah ke berbagai penjuru, seperti Solo, Pekalongan, Semarang, Purbalingga hingga ke berbagai daerah di tanah air. Produk lokal ini bahkan digemari pembeli asal Kalimantan, Padang, Lombok hingga Batam.
Sebagai pelaku usaha, Mustangin berharap sepatu-sepatu karyanya bisa makin diakui di tengah persaingan dunia usaha. Produk lokal memiliki tantangan sendiri, terutama mengubah habit masyarakat agar mencintai produk dalam negeri.
"Pada masa pandemi saat ini, ia juga berharap, pemerintah bisa bersinergi dengan para pelaku usaha untuk pengembangan produk lokal yang berbasis kearifan lokal dan budaya bangsa," terang pria berusia 44 tahun ini.
baca juga: Pasar Sukawati Disulap Jadi Pusat Kerajinan Seni di Gianyar
Produk lokal yang berkualitas sudah semestinya didukung karena merupakan local pride yang sekaligus penggerak roda perekonomian bangsa.
"Identitas adalah kunci yang ditunjang kualitas yang bagus tentu lambat laun orang akan melirik produk kita," ujar Mustangin yang menjual produk sepatu batiknya mulai Rp150 ribu hingga Rp450 ribu, tergantung tipe, desain dan bahan. (OL-3)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyapa 850 Bunda Ojol dan 455 jemaah di Islamic Center Surabaya jelang Ramadhan 1447 H, serahkan bantuan Baznas dan paket sembako.
KOMITMEN mendukung pembangunan yang dimulai dari desa guna mendorong pemerataan ekonomi dan mempercepat pengentasan kemiskinan terus dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia.
IKATAN Alumni SMAN 37 Jakarta (IKA SMAN 37) membentuk divisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam struktur organisasinya.
Ketua Koperasi TC Invest Iqbal Alan Abdullah memaparkan UMKM saat ini masih mengalami kesulitan akses pendanaan terjangkau karena persoalan administrasi, jaminan, dan manajerial.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut Rp32,1 triliun telah dicairkan untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, dorong PDB dan UMKM.
APUDSI adakan gala dinner pra-Rakernas 2026 untuk perkuat solidaritas anggota dan dorong ketahanan desa melalui ekonomi, pangan, dan UMKM terpadu.
Nikmati Ramadan di Kotta GO Yogyakarta dengan promo 40 Hours Stay dan paket buka puasa Iftar Nusantara di Piyama Cafe. Hotel & Resto #1 di TripAdvisor!
BHR DIY sebut hilal awal Ramadan 1447 H di Yogyakarta mustahil terlihat Selasa (17/2) karena posisi minus 1,5 derajat di bawah ufuk. Cek hasil lengkapnya.
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
Jika Anda memiliki rencana untuk menikmati buka puasa di Yogyakarta, Novotel & ibis Yogyakarta International Airport Kulon Progo menjadi pilihan yang sangat menarik dan tak boleh dilewatkan.
Dinkes Kota Yogyakarta mengoptimalkan proses pemulihan kepesertaan Program PBI-JKN yang sempat dinonaktifkan.
SWISS-BELHOTEL Airport Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI Wates, Kulon Progo, untuk memastikan ketersediaan stok darah di wilayah ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved