Selasa 26 Januari 2021, 16:15 WIB

Selama Pandemi, Permintaan Peti Mati Naik 15 Kali Lipat

Lilik Darmawan | Nusantara
Selama Pandemi, Permintaan Peti Mati Naik 15 Kali Lipat

MI/Tri Subarkah
Selama pandemi covid-19, permintaan peti mati meningkat 15 kali lipat dari biasanya.

 

PERMINTAAN peti jenazah di Banyumas, Jawa Tengah dan sekitarnya mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelum terjadi pandemi Covid-19, rata-rata peti terjual hanya 10-20 peti setiap bulan. Namun, kini melonjak hingga 150 peti setiap bulannya. Peningkatan permintaan tersebut dari rumah sakit (RS) yang ada di Banyumas dan sekitarnya.

Pemilik usaha peti jenazah di Purwokerto, Rinto Gunawan, mengatakan sejak November 2020, rata-rata permintaan peti jenazah mencapai 150 peti. "Permintaan datang dari RS-RS misalnya RSUD Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, RSUD Ajinarang dan RS-RS swasta lainnya. Kemarin saja, kami mengirim lima peti jenazah ke RSUD Margono," jelasnya, Selasa (26/1).

Pihaknya, jelas Rinto, mendapat pasokan peti dari Jepara. Sesampai di Purwokerto, pihaknya melakukan pengecatan. Cat warnanya seragam yakni coklat. Setelah dicat, dilengkapi dengan plastik di dalamnya. "Kami juga membawakan plastik untuk menutup peti bagian luarnya. Memang peti jenazah yang dipesan RS-RS dipakai untuk pasien yang meninggal akibat Covid-19," katanya.

Rinto mengungkapkan setiap peti jenazah, harganya Rp1,6 juta. Pengerjaan pengecatan peti dan pemberian plastik hanya membutuhkan waktu 15 menit.
"Setiap hari, kami mampu merampungkan 20 peti jenazah. Selama pandemi, saya menambah karyawan untuk bekerja di sini. Jika sebelumnya hanya 14 orang, kini menjadi 20 pekerja. Mereka tidak hanya mengecat peti saja, tetapi juga membantu pemulasaraan jenazah," ujarnya.

Salah seorang pekerja, Yono, mengungkapkan bahwa dirinya tidak hanya mengecat atau menyiapkan peti jenazah ke RS, tetapi juga ikut memulasarakan jenazah. "Setiap bekerja, kami tertib memakai alat pelindung diri," katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas Sadiyanto mengatakan bahwa tingkat kematian akibat Covid-19 di Banyumas masih cukup tinggi. Dari Maret 2020 sampai sekarang, tercatat ada 336 pasien yang meninggal akibat Covid-19.

"Pada Januari juga masih tinggi. Hingga Selasa (26/1) tercatat 121 pasien. Hampir setiap hari ada pasien meninggal. Hanya dua hari di bulan Januari yang kosong tak ada kematian. Pada Desember kasus kemarin juga tinggi, mencapai 138 pasien," jelasnya.

Ia mengungkapkan prosesntase kematian di Banyumas masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka nasional. "Kalau angka nasional kisarannya 2,8%. Sedangkan untuk Banyumas, prosentase kematian mencapai 5,23%. Kami terus berusaha untuk menekan angka kematian," ujar dia. (OL-13)

Baca Juga: Ujaran Rasial, Bareskrim Cecar Ketua Projamin 25 Pertanyaan

 

Baca Juga

MI/Adi Kristiadi

Gempa Guncang Kota Tasikmalaya Warga Berhamburan keluar Rumah

👤Adi Kristiadi 🕔Minggu 04 Desember 2022, 06:46 WIB
GEMPA berkekuatan magnitudo 2,9 guncang Kota Tasikmalaya, Jawa Barat Minggu (4/12) sekitar pukul 04.34 WIB dengan kedalamam 10 km membuat...
DOK/YOUNG LIVING INDONESIA

Young Living Indonesia Sediakan Solusi Alami Essential Oil Untuk Beragam Kebutuhan

👤Bayu Anggoro 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 22:55 WIB
Young Living menjadi pemimpin produk essential oil di Indonesia berkat kualitas kemurnian yang...
Metro TV/Tantawi Jauhari.

Tim Amankan Delapan Pelaku Pembunuhan Polisi

👤Tantawi Jauhari 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 22:14 WIB
Satu per satu para pelaku dibawa menggunakan sepeda motor dari lorong permukiman padat penduduk dengan tangan diborgol serta dikawal dua...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya