Jumat 22 Januari 2021, 15:10 WIB

Tegur Sopir Tak Bermasker Malah Dibentak, Petugas Emosi

Depi Gunawan | Nusantara
Tegur Sopir Tak Bermasker Malah Dibentak, Petugas Emosi

dok.mi
Ilustrasi

 

OKNUM anggota Satpol PP Kota Cimahi melakukan tindakan tidak menyenangkan saat menggelar razia protokol kesehatan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Anggota Satpol PP itu memukul seorang supir truk di Jalan Permana, Citeureup Kecamatan Cimahi Utara karena tidak memakai masker, Kamis (21/1) sore. Tindakan itu terekam ponsel warga dan tersebar di media sosial.

Dari video yang beredar, anggota Satpol PP yang mengenakan seragam terlihat melayangkan pukulan ke bagian perut. Seorang anggota TNI kemudian melerai dengan menyuruh sopir yang berbaju hitam itu pergi ke belakang truk.

Saat dikonfirmasi, Plh Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Ipung Mustopa tak menampik adanya aksi tak terpuji yang dilakukan anggotanya saat patroli rutin PPKM bersama TNI, Polri dan unsur terkait lainnya.

"Terkait viralnya video anggota Satpol PP, kami sebelumnya meminta maaf atas kejadian tersebut. Secara prosedur tidak dibenarkan hal tersebut dilakukan anggota," kata Ipung saat ditemui, Jumat (22/1).

Berdasarkan keterangan saksi, terang Ipung, saat melakukan patroli, petugas menemukan seorang sopir tidak menggunakan masker. Sopir tersebut kemudian diminta turun dan diberikan teguran, lalu diperintahkan menggunakan masker yang disimpan di dalam mobil.

"Wajar petugas menegur karena sopir tidak pakai masker. Dia membawa tapi tidak dipakai dan malah diduduki. Sopir itu turun sampai bentak-bentak akhirnya petugas terpancing emosi," beber Ipung.

Diakuinya, tindakan yang dilakukan anggotanya itu sama sekali tidak dibenarkan. Pihaknya akan memberikan sanksi terhadap anggotanya yang telah melakukan kekerasan, bisa dengan teguran atau paling berat diberhentikan.

Pihaknya bakal berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengelola Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) karena statusnya Aparatur Sipil Negara (ASN). Ipung juga menyatakan akan memanggil sopir tersebut untuk mengklarifikasi insiden ini.

"Hari ini akan diundang sopirnya. Untuk anggota, kedewasaan tetap dikedepankan karena penindakan tidak harus represif. Apalagi dalam masa PPKM ini kita lebih utamakan persuasif," jelasnya.

Terpisah, Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana meminta masyarakat kooperatif ketika diperiksa oleh petugas. Sebab, tujuan petugas memberikan teguran semata-mata untuk kebaikan bersama agar Covid-19 tidak semakin menyebar di wilayah Cimahi.

"Jika ada pemeriksaan, diharapkan legowa, ikuti, karena tidak akan disiksa. Ini juga untuk kebaikan orang banyak. Petugas siang malam tugas demi masyarakat," tambah Ngatiyana. (OL-13)

Baca Juga: Bosan Banjir, TNI-Warga Benahi Saluran Air di Perumahan Lebah Sari

 

Baca Juga

Ilustrasi

DIY Siapkan Rp22,6 miliar untuk 392 Kelurahan

👤Ardi T 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 21:00 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yohyakarta (DIY) siapkan Dana Keistimewaan atau Danais Rp 22.6 miliar yang akan dialokasikan untuk 392 kelurahan...
MI/Ruta Suryana

Gratis, 1000 Nasi Bungkus per Hari di Kota Denpasar

👤Arnoldus Dhae 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 20:38 WIB
"Karena ada PPKM level 4 dan kasyarakat sangat membutuhkan bantuan maka kami aktifkan lagi dapur umum ini," kata Wali Kota, Jaya...
ANTARA

Rumah Sehat di Surabaya Dimanfaatkan buat Isoman

👤Faishol Taselan 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 14:52 WIB
saat ini setidaknya ada 6 rumah sehat yang sudah mulai dimanfaatkan oleh warga. Salah satunya berada di SDN Tambaksari III dan SMPN 29...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pemerintah Afghanistan Hadapi Krisis Eksistensial

 Laporan SIGAR menggarisbawahi kekhawatiran pasukan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya