Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK dua pekan terakhir, harga berbagai jenis ikan segar di kawasan Provinsi Aceh melabung tinggi. Kenaikan itu akibat cuaca baruk, seperti gelombang tinggi dan angin kencang, yang melanda perairan laut Selat Malaka.
Amatan Media Indonesia, Rabu (13/1), kenaikan harga ikan segar itu di antaranya terjadi di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Lhok Seumawe, dan Kota Banda Aceh, Ibu Kota Provinsi Aceh.
Di Pasar Ikan Grosir Pante Tengoh, Kota Sigli, Ibu Kota Kabupaten Pidie misalnya, harga ikan tongkol mencapai Rp40 ribu per kg (kilogram). Harga tersebut lebih mahal dari sebelumnya Rp25 ribu per kg.
Baca juga: Berharap Cuaca Ekstrem Segera Mereda
Lalu, ikan gembung dari biasanya Rp25 ribu per kg, sekarang naik menjadi Rp45 ribu per kg.
Kemudian ikan dencis dari Rp23 ribu per kg kini naik menjadi Rp40 ribu per kg.
Begitu juga dengan udang windu ukuran besar dari Rp90 ribu per kg kini naik menjadi Rp120 ribu per kg.
Kenaikan juga terjadi pada ikan bandeng, yaitu dari sebelumnya Rp30 ribu per kg, sekarang meningkan menjadi Rp40 ribu per kg.
"Hasil tangkapan nelayan menurun karena sulit berlayar akibat gelombang tinggi" tutur Abdullah, pedagang ikan di Pusat Pasar Pante Teungoh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie.
Dikatakan Abdullah, kenaikan harga itu bukan saja karena sedikitnya produksi ikan dari nelayan setempat tapi juga dipenguruhi permintaan ikan yang sekarang meningkat.
"Terutama ikan tongkol, pemintaan cukup banyak karena sedang musim kenduri maulid," tambah Abdullah.
Pada bagian lain, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh Lhokseawe menyatakan potensi gelombang di perairan Selat Malaka mencapai 3,5 meter. Hal itu sangat berbahaya bagi pelayaran nelayan tradisional yang menggunakan perahu kayu.
Itu sebabnya BMKG mengimbau seluruh nelayan dan berbagai pihak yang beraktivitas di perairan Selat Malaka harus waspada terhadap gelombang tingi. Apalagi kecepatan angin mencapai 16 knok.
"Masyarakat yang tinggal di pesisir atau beraktivitas di perairan itu supaya selalu waspada" kata Kepala BMKG Malikussaleh Lhokseumawe Siswanto. (OL-1)
Kepanikan masyarakat tidak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh ketidakseimbangan informasi dan hilangnya kepercayaan publik terhadap jaminan pasokan negara.
Mendagri Muhammad Tito Karnavian, mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, untuk memastikan percepatan pemulihan serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Terprovokasi isu krisis stok nasional 21 hari, akibat perang AS-Israel vs Iran, antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) pada SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Provinsi Aceh meluas.
Kepala Satuan Tugas Kewilayahan Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi Aceh Safrizal ZA menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa peralatan dapur kepada masyarakat terdampak banjir Aceh.
FENOMENA gerhana bulan total 3 Maret 2026, diperkirakan mulai terjadi pada pukul 15.44 Wib dengan fase panumbra. Kementerian Agama Provinsi Aceh menyediakan 4 unit teleskop.
Simak jadwal fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Aceh. Cek waktu puncak, fase yang terlihat, dan imbauan shalat khusuf dari BMKG & Kemenag.
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Presiden Prabowo Subianto percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan progres tahap pertama 50%.
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved