Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI-hari pertama di 2021, tiga kabupaten dan kota di Aceh kembali dikepung banjir. Padahal, baru sebulan lalu yakni pada 5 Desember 2020 lalu kawasan itu juga sempat terendam banjir.
Ketiga daerah terdampak banjir ialah Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur dan Kota Langsa. Air luapan sejumlah sungai merendam puluhan kecamatan.
Di Kabupaten Aceh Utara, banjir merendam Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu, Lhok Sukon, Tanah Luas, Samtalira Bayu dan Kecamatan Simpang Keuramat.
Karena rumah mereka tenggelam, warga Desa Lawang Kecamatan Matangkuli harus mengungsi ke balai desa dan ke atas tanggul irigasi di tengah sawah. Begitu juga tetangga mereka di Desa Tanjung Haji Muda yang
harus mencari tempat lebih aman dengan menempati balai desa dan selter.
Di lokasi langganan banjir Kecamatan Matang Kuli dan Kecamatan Pirak Timu, sedikitnya 10 desa tergenang. Hujan yang terus mengguyur membuat Sungai Krueng Peutoe, Sungai Krueng Pirak dan Sungai Krueng Keureutoe meluap. Ketiga sungai berada di tengah permukiman dan mengapit perkampungan warga.
Adapun di Kabupaten Aceh Timur, banjir merendam Kecamatan Birem Bayeun,
Peureulak Timur, Peureulak, Ranto Peureulak dan Indra Makmue. Selain itu juga mengenangi Kecamatan Banda Alam dan Lecamatan Idi Tunong.
Ketingian air berkisar 50 cm hinga 1 meter. Karena itu aktivitas warga dan proses belajar mengajar sempat terhenti.
Dari laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh timur, Ashadri, sampai tiga hari ke depan hujan deras masih berpotensi terjadi di wilayahnya. "Warga diimbau bersiap jika terjadi banjir susulan."
Adapun di Kota Langsa, banjir mengenangi empat lokasi yakni Kecamatan
Langsa Barat, Langsa Baro, Langsa Lama dan Kecamatan Langsa Timur.
Sedikitnya 9.448 jiwa atau 2.323 keluarga terdampak banjir. (N-2)
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Harga daging sapi dan kerbau di sejumlah wilayah di Aceh, seperti Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan, tembus Rp200 ribu per kilogram.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved