Selasa 15 Desember 2020, 17:04 WIB

Tempat Perawatan Penuh, Cianjur Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

Benny Bastiandy | Nusantara
Tempat Perawatan Penuh, Cianjur Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

DOK MI
Ilustrasi

 

RUANGAN perawatan bagi pasien konfirmasi positif covid-19 bergejala di semua rumah sakit di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kapasitasnya sudah penuh. Kondisi serupa juga terjadi di pusat isolasi yang disiapkan Pemkab Cianjur di Vila Bumi Ciherang, Kecamatan Pacet yang diperuntukan bagi pasien positif covid-19 tanpa gejala.

Pelaksana tugas Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan penuhnya kapasitas ruang perawatan bagi pasien terkonfirmasi positif tak terlepas terus bertambahnya setiap hari jumlah pasien terkonfirmasi positif. Lonjakan pasien belum diimbangi dengan ketersediaan ruangan perawatan.

"Di Ruang Flamboyan RSUD Sayang Cianjur penuh, di RSUD Cimacan penuh, di pusat isolasi BC (Bumi Ciherang) juga penuh. Kita cukup kewalahan juga menghadapi kondisi kekurangan ruangan isolasi saat ini," terang Herman ditemui di Pendopo Cianjur, Selasa (14/12).

Solusi mengatasi kondisi penuhnya ruang isolasi, kata Herman, Pemkab Cianjur menyarankan agar pasien konfirmasi positif covid-19 sementara ini melakukan isolasi mandiri di masing-masing rumah. Pemerintah, ujar Herman, saat ini sedang mengupayakan menambah ruang isolasi bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto di bawah naungan Kementerian Kesehatan.

"Selama isolasi mandiri di masing-masing rumah, kita terus pantau kondisi kesehatannya. Dalam waktu dekat kita akan kerja sama dengan Balai Kesehatan yang di Ciloto. Secepatnya kita isi, tapi kita prioritaskan untuk yang bergejala dulu. Kalau yang OTG (orang tanpa gejala), isolasi mandiri dulu di rumah," terang Herman.

Lebih jauh, Herman mengingatkan masyarakat tak berleha-leha menghadapi pandemi covid-19. Apalagi saat ini penyebarannya terpantau semakin meningkat.

"Jaga diri sendiri, jaga keluarga, dan jaga juga orang lain. Terapkan terus 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dalam setiap kesempatan, kami selalu mengingatkan masyarakat," pungkasnya.

Di sisi lain, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal mengatakan Pemkab Cianjur melalui Dinas Kesehatan sudah mencari alternatif sebagai tempat isolasi mandiri. Salah satunya di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto di bawah Kementerian Kesehatan RI.

"Sejak akhir Oktober sudah keluar izinnya dari Kementerian Kesehatan bahwa BBPK Ciloto sudah bisa digunakan untuk penyelenggaraan isolasi," tutur Yusman.

BBPK Ciloto memiliki sekitar 90 ruangan/kamar yang bisa dipakai tempat isolasi mandiri pasien positif tak bergejala. Namun, sampai saat ini masih terkendala sinkronisasi penggunaan anggaran untuk sewa tempat.

"Kendala ini menyangkut anggaran. Artinya, dari pihak BBPK Ciloto, anggaran tempat sewanya tidak satu paket, terpisah-pisah. Sedangkan pada DPA kita itu satu paket. Misalnya biaya untuk satu paket isolasi besarannya Rp300 ribu per orang. Di pihak BBPK, juga tidak dikenal istilah sewa. Ada juga untuk biaya listrik, air, dan sebagainya. Nah ini yang belum sinkron," jelasnya. (R-1)

Baca Juga

MI/Bayu Anggoro

Warganya Sumbang Medali Olimpiade, Sahrul Gunawan akan Perbaiki Pembibitan Atlet

👤Bayu Anggoro 🕔Sabtu 24 Juli 2021, 16:45 WIB
Sahrul pun berharap capaian tersebut bisa memotivasi atlet Indonesia lainnya yang bertanding di ajang...
Ist

Skenario READSI Kementan Membuat Kakao Sulawesi Makin Ke Hilir

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Juli 2021, 16:31 WIB
Kepala Balai Pelatihan Jambi, Zahron Helmy, memaparkan, kakao merupakan produk unggulan Indonesia dan mempunyai nilai tambah dan manfaat...
Antara

Polisi Tangkap Guru Penyebar Video Hoaks di Lampung

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 24 Juli 2021, 16:25 WIB
Di dalam video berjudul 'Demo pedagang di pusat perbelanjaan', guru tersebut memasang keterangan bahwa kejadian terjadi di Pasar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengawasan Lemah karena Infrastruktur Terbatas

 Pasal 4 huruf j Permenkumham Nomor 6 Tahun 2013 menyebutkan tahanan dilarang memiliki, membawa, dan atau menggunakan alat elektronik

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya