Rabu 25 November 2020, 11:11 WIB

Masyarakat Perlu Diberi Pemahaman Tentang Program Kesehatan Gratis

Denny Susanto | Nusantara
Masyarakat Perlu Diberi Pemahaman Tentang Program Kesehatan Gratis

Istimewa
Bupati Tanah Bumbu Sudian Noor saat memberikan bantuan kepada pelaku usaha kecil dan mikro di Tanah Bumbu.

 

MASYARAKAT perlu mendapat informasi menyeluruh dan pemahaman tentang program layanan kesehatan gratis, guna menghindari persepsi negatif masyarakat terhadap pemerintah. Kesehatan menjadi salah satu isu yang seksi dalam pertarungan Pilkada di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Hal ini ditegaskan Bupati Tanah Bumbu, Sudian Noor, di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan produktif usaha mikro (BPUM) dan sertifikat gratis bagi pelaku usaha mikro, di Kecamatan Simpang Empatl, Tanah Bumbu beberapa waktu lalu. 

"Saat ini ada polemik perbedaan persepsi di tengah masyarakat tentang program layanan kesehatan gratis yang perlu diluruskan. Masyarakat harus mendapatkan informasi menyeluruh," tuturnya.
           
Diakuinya isu kesehatan menjadi salah satu isu yang seksi dan mengemuka di tengah masyarakat, serta menjadi bahan kampanye Pilkada oleh para paslon. Namun masalah ini telah memunculkan persepsi negatif masyarakat terhadap pemerintahan kabupaten.

Terkait hal ini Sudian Noor menegaskan program kesehatan gratis bagi warga miskin dan peserta BPJS kelas 3 yang diisukan sudah tidak ada masih bergulir sampai sekarang. 

"Program kesehatan gratis tak pernah dihentikan maupun diputus. Hanya saja namanya berubah menjadi JKN, bahkan dana pendamping juga tetap digelontorkan pemkab," tegasnya sembari mengatakan program JKN ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

Pada 2020 Pemkab Tanah Bumbu mengalokasikan dana JKN sebesar Rp18,2 miliar, ditambah dana pendamping sebesar Rp11,7 miliar, sehingga total hampir Rp30 miliar. 

"Kami menyayangkan jikak ada pihak yang menyampaikan informasi keliru kepada masyarakat jika pemkab tak lagi menganggarkan program kesehatan gratis ini," bebernya.
           
Lebih jauh Sudian Noor mengatakan, saat ini ada sekitar 11 ribu warga Tanah Bumbu yang menunggak premi BPJS baik kelas 1 maupun kelas 2 akibat terdampak pandemi covid-19. Karena itu pihaknya akan melakukan pendataan dan mendorong agar mereka ke program BPJS gratis dengan tanggungan pemerintah kabupaten, dengan syarat bersedia ikut program Penerima Bantuan Iuran (PBI).

baca juga: KPU Klaten Sortir 988.344 Surat Suara

Pantauan Media tiga paslon peserta Pilkada Kabupaten Tanah Bumbu menjadi sektor kesehatan menjadi program unggulan untuk menggaet simpati masyarakat. Paslon 01 memasukkan masalah kesehatan dalam program unggulan yang disebut Tri Dharma Pembangunan, demikian juga dengan paslon 02. Sementara paslon 03 Zairullah Azhar-Muhammad Rusli juga menjadikan masalah kesehatan dalam empat program utama jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu periode 2021-2024. (OL-3)
 

Baca Juga

ANTARA/ZABUR KARURU

Berjaga di Dua Gunung

👤Bagus Suryo 🕔Senin 18 Januari 2021, 04:00 WIB
Sempat tenang, Semeru kembali erupsi. Awan panas dan guguran lava masih jadi...
DOK BRI

BRI Kerahkan Daya Bantu Korban Bencana

👤TB/LN/DY/N-3 🕔Senin 18 Januari 2021, 03:45 WIB
BRI membuktikan dirinya selalu ada di tengah masyarakat. Tidak hanya dalam suka, tapi juga saat warga didera...
Ilustrasi/ANTARA FOTO/Ampelsa

Kapal Pelni Distribusikan Produk Pertanian Merauke

👤MC/MS/N-3 🕔Senin 18 Januari 2021, 03:30 WIB
Untuk pertama kalinya komoditas pertanian unggulan dari daerah itu didistribusikan PT Pelayaran Nasional Indonesia ke sejumlah daerah di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya