Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKTERARIS Daerah (Sekda) Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumantri, memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di wilayahnya tetap berjalan normal. Langkah ini diambil menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari dan sejumlah pejabat daerah lainnya pada Senin (9/3) sore.
Iwan menegaskan bahwa proses hukum yang sedang berjalan di lembaga antirasuah tidak boleh menjadi alasan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengendurkan kewajiban melayani masyarakat.
"Kami memastikan roda pemerintahan tetap berjalan sebagaimana biasanya. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta tetap melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat dengan baik," tegas Iwan Sumantri dilansir dari Antara, Selasa (10/3).
Iwan menginstruksikan seluruh jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong agar tetap fokus bekerja dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum terverifikasi. Ia menjamin stabilitas birokrasi tetap terkendali meskipun pimpinan daerah sedang menjalani pemeriksaan intensif.
Terkait detail OTT KPK tersebut, Iwan mengaku belum menerima laporan resmi mengenai kronologi maupun identitas pasti para pejabat yang diamankan. Ia menyebut baru mendapatkan informasi valid setelah waktu sahur.
"Untuk lebih jelasnya, kita masih menunggu keterangan resmi dari pihak KPK," tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim penindakan KPK mengamankan sekitar 13 orang dalam operasi tersebut, di mana sembilan orang di antaranya telah dibawa ke Jakarta pada Selasa pagi. Mereka yang diamankan diduga terlibat dalam praktik suap proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong.
Usai memberikan keterangan kepada awak media, Sekda Iwan Sumantri langsung menjalankan aktivitas kedinasan dengan memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah kepala OPD. Rapat ini bertujuan untuk memastikan program strategis daerah tetap berjalan sesuai jadwal dan tidak terganggu oleh kekosongan pimpinan sementara.
Sejauh ini, pihak KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan tersebut. (Z-10)
KPK melakukan OTT terhadap Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab. Total 9 orang diamankan, termasuk ASN dan pihak swasta.
Simak profil lengkap Muhammad Fikri Thobari, Bupati Rejang Lebong terpilih periode 2025-2030 yang terkena OTT KPK, mulai dari latar belakang pengusaha hingga asal partai politiknya.
Simak profil lengkap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, mulai dari biodata, perjalanan karir sebagai pengusaha properti, hingga kabar OTT KPK.
Operasi senyap ini diduga kuat berkaitan dengan praktik rasuah dalam pengerjaan proyek di wilayah tersebut.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengindikasikan bahwa lebih dari satu orang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari.
Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari terjaring OTT KPK terkait suap proyek. Baru menjabat setahun, ini profil, harta kekayaan, dan kronologi penangkapannya.
KPK melakukan OTT terhadap Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab. Total 9 orang diamankan, termasuk ASN dan pihak swasta.
Terjaring OTT KPK, segini total harta kekayaan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari. Intip rincian aset tanah Rp14 M hingga utang jumbo Rp12 M di LHKPN.
Simak profil lengkap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, mulai dari biodata, perjalanan karir sebagai pengusaha properti, hingga kabar OTT KPK.
BUPATI Rejang Lebong M Fikri Thobari dan Wakil Bupati Hendri Praja diangkut ke Jakarta pasca-operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Senin malam (9/3) lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved