Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Muhammad Fikri Thobari mendadak menjadi pusat perhatian nasional setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Bengkulu pada Selasa (10/3). Fikri, yang baru menjabat sebagai Bupati Rejang Lebong selama kurang lebih satu tahun, diduga terlibat dalam praktik suap terkait proyek infrastruktur di wilayahnya.
Lahir di Baturaja pada 4 Februari 1981, pria berusia 45 tahun ini memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang ekonomi dan administrasi publik.
Ia merupakan putra dari pasangan birokrat, di mana ayahnya, M. Thobari Muad, pernah menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepahiang.
| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Nama Lengkap | M. Fikri Thobari, S.E., M.AP. |
| Tempat, Tanggal Lahir | Baturaja, 4 Februari 1981 |
| Agama | Islam |
| Pendidikan Terakhir | S2 Administrasi Publik, Univ. Prof. Dr. Hazairin |
| Jabatan Politik | Bupati Rejang Lebong (2025-2030) |
| Partai Politik | Partai Amanat Nasional (PAN) |
Sebelum terjun ke dunia birokrasi, Fikri Thobari lebih dikenal sebagai pengusaha di sektor properti. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bukit Juvi Group. Pengalamannya di dunia usaha membuatnya aktif memimpin berbagai organisasi pengusaha di daerah maupun tingkat provinsi.
Kemenangannya dalam Pilkada 2024 merupakan pencapaian setelah sebelumnya sempat gagal pada kontestasi Pilkada 2019. Ia dilantik secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Pada 10 Maret 2026, KPK mengonfirmasi penangkapan Fikri Thobari dalam OTT di Bengkulu. Ia diduga menerima suap terkait pengerjaan proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong. Sejumlah uang tunai dalam mata uang Rupiah turut diamankan sebagai barang bukti.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan saat mencalonkan diri pada 2024, Fikri memiliki total aset mencapai Rp32,4 miliar. Namun, karena memiliki utang sebesar Rp12,9 miliar, total kekayaan bersihnya tercatat sebesar Rp19,5 miliar. Aset tersebut didominasi oleh 14 bidang tanah dan bangunan di wilayah Bengkulu.
1. Kapan Muhammad Fikri Thobari dilantik?
Ia dilantik sebagai Bupati Rejang Lebong pada 20 Februari 2025 di Istana Negara.
2. Mengapa Bupati Rejang Lebong ditangkap KPK?
Ia ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam praktik suap proyek infrastruktur di Kabupaten Rejang Lebong.
3. Apa latar belakang pendidikan Fikri Thobari?
Ia merupakan lulusan S1 Ekonomi STIM AMKOP Palembang dan S2 Magister Administrasi Publik Universitas Prof. Dr. Hazairin. (Z-10)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai senilai Rp1 miliar setelah melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
Mendagri tunjuk Wabup Hendri Praja jadi Plt Bupati Rejang Lebong usai Muhammad Fikri kena OTT KPK. Roda pemerintahan dipastikan tetap berjalan.
KPK mengungkap dugaan penerimaan uang suap oleh Bupati Muhammad Fikri Thobari (MFT) yang mencapai Rp980 juta selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
KPK mengamankan uang tunai sebesar Rp756,8 juta dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan dalam penyelidikan kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
KPK ungkap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari patok fee proyek 10-15% dari total anggaran Rp91,13 Miliar di Dinas PUPRPKP.
KPK mengungkap motif di balik kasus dugaan suap ijon proyek Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari yang tertangkap saat OTT yakni ia mematok fee proyek untuk THR dan lebaran
Simak profil lengkap Muhammad Fikri Thobari, Bupati Rejang Lebong terpilih periode 2025-2030 yang terkena OTT KPK, mulai dari latar belakang pengusaha hingga asal partai politiknya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved