Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH ruas jalan milik Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terdampak bencana hidrometeorologi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang setempat masih menginvetarisasi dampaknya karena berkaitan dengan perbaikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar, mengaku mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi saat ini berdampak terhadap kondisi infrastruktur jalan. Tak sedikit kejadian bencana sekarang menutup ruas jalan ataupun merusak kondisi jalan.
"Ada memang beberapa ruas jalan yang rusak akibat bencana. Tapi ada juga ruas jalan yang hanya tertutup material tanah longsor," kata Eri kepada Media Indonesia, Kamis (19/11).
Untuk penanganan infrastruktur jalan rusak akibat bencana, kata Eri, Dinas PUPR menunggu penetapan status kebencanaannya. Jika kepala daerah menetapkan status tanggap darurat bencana di daerah yang terkena bencana, maka penanganannya akan ditanggulangi menggunakan biaya tak terduga (BTT). "Itu nanti ditangani langsung oleh BPBD," ungkapnya.
Sebaliknya, kata Eri, jika tidak ada penetapan status tanggap darurat bencana, maka akan diambil langkah-langkah darurat. Selanjutnya penanganan pascabencana dilakukan Dinas PUPR.
"Itu kalau sifatnya lokal. Artinya tidak ada penetapan status tanggap darurat bencana. Minimalnya dalam kondisi darurat kendaraan bisa lewat dulu," tuturnya.
Secara umum, kata Eri, kondisi jalan mantap di Kabupaten Cianjur mendekati akhir tahun ini diprediksi mencapai sekitar 63% atau 819 kilometer dari panjang jalan berstatus milik kabupaten sepanjang 1.300 kilometer.
Berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), pada 2021 target jalan mantap di Kabupaten Cianjur bisa mencapai 65%. "Tapi kita berusaha agar jalan mantap bisa lebih dari itu (target RPJMD). Setiap tahun kita selalu evaluasi," terang Eri.
Eri optimistis target jalan mantap berdasarkan RPJMD akan tercapai. Sekarang sedang dirancang konsep peningkatan jalan mantap pada RPJMD periode berikutnya. "Kita terus upayakan jalan mantap di Kabupaten Cianjur terus meningkat setiap tahunnya," pungkas Eri. (R-1)
Sejumlah lahan pertanian rusak di Pasie Laweh, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
MINTA, seorang lelaki paruh baya warga Bayabang RT 001/006 Desa Talaga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia gara-gara labu siam.
Penanganan kasus terkait PJU Cianjur oleh Kejaksaan Negeri Cianjur dinilai sangat sarat kriminalisasi.
fluktuasi harga berbagai komoditas pangan dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan.
Penanganan dinilai lebih menyerupai upaya kriminalisasi terhadap kesalahan administrasi daripada pembuktian tindak pidana murni.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved