Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Denny Indrayana Tertimpa Kampanye Hitam di Kalsel

Denny Susanto
17/11/2020 06:49
Denny Indrayana Tertimpa Kampanye Hitam di Kalsel
Calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana (tengah berbatik) saat menerima dukungan dari parpol koalisi.(MI/Denny Susanto)

SEBUAH video kampanye negatif yang menyerang calon gubernur Kalimantan Selatan nomor urut 02, Profesor Denny Indrayana viral di Kalsel. Video berdurasi 14 detik tersebut merebak di aplikasi jejaring whatsapp (WA), sejak beberapa hari terakhir.  

Dalam video tersebut  menyebutkan cagub yang diusung Partai Demokrat, Gerindra dan PPP tersebut masih berstatus tersangka. Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu terjerat perkara hukum dugaan korupsi. Disinyalir status tersangka itu terkait perkara tahun 2014 tentang dugaan kasus tindak pidana korupsi paymen gateway di Kemenkumham.

Selain menampilkan foto Denny dengan slide matanya ditutupi garis bertuliskan Tersangka, ada latar belakang gambar sebuah Surat Keterangan Catatan Polisi (SKCK) tentang status tersangka Denny Indrayana. Viralnya video ini mendapat berbagai respon masyarakat. Pasalnya video ini beredar di masa tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel.

Seperti diketahui  mantan Wamen Kumham ini terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi paymen gateway di Kemenkumham pada 2014 lalu yang hingga kini kelanjutan perkaranya belum ada kejelasan. Diduga penyebaran video ini bertujuan untuk menjatuhkan sosok Denny Indrayana terkait pencalonan dirinya pada Pilgub Kalsel. Humas Polda Kalsel, Komisaris Besar Muhammad Rifai saat dikonfirmasi, Selasa (17/11) mengatakan pihaknya masih menelusuri kasus video tersebut.

Sementara menanggapi video yang menyudutkan dirinya, Denny Indrayana menegaskan hal tersebut sebagai bentuk kampanye hitam yang dilakukan lawan politik untuk menjatuhkan citra dan perolehan suara dirinya saat Pilkada mendatang. 

"Saya tegaskan kasus lama yang digoreng oleh pihak tertentu ini sudah dihentikan pada 2015 lalu. Saya banyak didukung oleh kawan-kawan ICW, aktivis anti korupsi dan universitas seperti UGM dan lainnya terkait penyelesaian kasus kriminalisasi terhadap saya ini," tegasnya.

baca juga: DKPP Periksa Lima Komisioner KPU Bengkulu Terkait Agusrin

Denny justru menyinggung berbagai proyek pembangunan paslon 01 atau petahana selama menjabat gubernur Kalsel yang terindikasi menimbulkan kerugian negara (korupsi), termasuk kasus dugaan korupsi yang pernah menjerat calon Wakil Gubernur Muhidin.

"Stop manipulasi informasi, hentikan black campaign. Ayo diskusi dan debat terbuka secara sehat tentang isu antikorupsi, biar pemilih Kalsel tahu persis siapa yang sebenarnya punya komitmen antikorupsi," tutup Denny Indrayana. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya