Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Simalungun Cetak Petani Penangkar Benih Padi dengan Proyek Irigasi

Mediaindonesia.com
09/11/2020 18:08
Simalungun Cetak Petani Penangkar Benih Padi dengan Proyek Irigasi
Para petani di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, memanfaatkan program IPDMIP untuk mencetak petani penangkar benih.(Ist/Kementan)

UNTUK meningkatkan produktivitas, para petani di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, memanfaatkan program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) untuk mencetak petani penangkar benih.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, produksi benih unggul saat ini masih belum mencukupi kebutuhan para petani.

“Sehingga diperlukan penangkar benih padi yang dapat membantu menyediakan benih bagi para petani. Kegiatan IPDMIP mendukung hal tersebut dengan mencetak petani penangkar benih,” katanya, Senin (9/11).

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan benih unggul merupakan salah satu pengungkit dalam meningkatkan produktivitas padi.

“Penggunaan benih unggul  diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan. Untuk itu, IPDMIP mencoba untuk mencetak petani penangkar benih padi di daerah irigasi melalui kegiatan Sekolah Lapangan (SL),” tuturnya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, Sekolah Lapang bertujuan untuk  meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menyediakan benih unggul, mencukupi kebutuhan petani di wilayah tersebut dan sekaligus meningkatkan pendapatan para petani.  

Di Simalungun, berdasarkan calon petani dan calon lahan (CP/CL) yang telah dilakukan, benih yang sesuai untuk lokasi tersebut adalah varietas Ciherang dan Inpari 32.  Pengadaan Benih benih unggul varietas Ciherang dan Inpari 32 label ungu dilakukan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara sebagai Pelaksana Program IPDMIP di tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Selain untuk persiapan tanam MT II Oktober 2020- Maret 2021 bagi petani yang ada di daerah irigasi, benih ini  juga akan digunakan untuk bahan  tanam kegiatan Sekolah Lapang petani yang akan nantinya menghasilkan benih label biru atau benih sebar.  

Pelaksanaan penyaluran benih label ungu telah dilaksanakan pada tanggal 5-6 November 2020, dan direncanakan akan di gunakan dalam masa tanam II Oktober  2020- April 2021.  Benih yang disalurkan  tersebut sudah melalui uji dari Badan Sertifikasi Penangkaran Benih dan PBT Propinsi Sumatra Utara.

Pelaksanaan penyaluran pada 5-6 November 2020 yang dilakukan staf Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumatra Utara, Laurel Sihombing, Ayong Purba, Konsultan Kabupaten Muhammad Ridwan dibantu juga dari Penyuluh Kabupaten Nurpede Sihombing, Koordinator penyuluh, dan penyuluh lapangan yang diserahterimakan kepada Ketua Poktan mewakili petani penerima. 

Jumlah benih yang disalurkan berjumlah 13,500 Kg, terdiri dari  Varietas Ciherang 5275 kg dan Inpari-32 8225 kg.  

Petani penerima benih label ungu ini  terdiri dari  25 kelompok tani (poktan) yang tersebar di 5 Kecamatan antara lain  Kecamatan Hatunduhan 4 poktan, Kecamatan Panei 8 poktan, Kecamatan Hutabayu Raja 8 poktan, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi 2 poktan, dan Kecamatan Jorlang Hataran 3 poktan, dengan total luas areal 540 hektare

Dengan tersalurnya benih berlabel ungu ini diharapkan petani penerima akan mampu untuk menjadi petani penangkar yang memproduksi benih berlabel biru untuk masa tanam MT I April-Sep 2021. Mereka juga diharapkan juga menjadi petani mandiri benih yang nanti nya mampu meningkatkan pendapatan petani di daerah irigasi program IPDMIP Kabupaten Simalungun. (RO/OL-09)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya