Kamis 29 Oktober 2020, 07:03 WIB

Rosela Minuman Khas Desa Sekitar Gambut

Denny Susanto | Nusantara
Rosela Minuman Khas Desa Sekitar Gambut

Istimewa
Ahmad, pemuda Desa Teluk Karya, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan menggeluti usaha sirup rosela.

 

RASA manis sedikit asam bercampur bau harum bunga menjadi sensasi saat kita pertama kali mencicipi minuman sirup Rosela. Sirup merah yang terbuat dari bunga Rosela (hibiscus sabdariffa) ini akan lebih nikmat jika ditambahkan es batu. Di Kalimantan Selatan sirup rosela banyak dijumpai di wilayah Kabupaten Balangan. Beberapa desa di wilayah ini sejak puluhan tahun penduduknya memproduksi sirup dengan bahan baku bunga rosela yang banyak tumbuh di sekitar permukiman penduduk.

Rosela sendiri jenis tanaman merambat yang tumbuh liar di semak belukar kawasan bergambut. Minuman sirup rosela banyak dijumpai di kedai dan warung-warung makan. Tidak hanya sirup, rosela juga banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan selai. Salah satu desa yang dikenal sejak lama memproduksi sirup rosela ini adalah Desa Teluk Karya di Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan. Desa Teluk Karya merupakan salah satu dari puluhan Desa Peduli Gambut yang menjadi prioritas pengembangan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) pada 2019 ini.

Dituturkan Ahmad, pemuda Desa Teluk Karya yang menggeluti usaha sirup rosela, proses pembuatan sirup rosela sendiri sangat sederhana. Setelah dipanen bunga rosela dikeringkan sebelum dimasak atau direbus.  Air rebusan ini kemudian dicampur larutan gula dengan takaran tertentu. Sirup rosela pun siap disajikan. Dibantu seorang fasilitator BRG mencoba memberdayakan masyarakat desa terutama generasi muda desa. Selain sirup rosela para pemuda desa yang masih menganggur dilatih keterampilan pembuatan kerajinan anyaman purun dan kain sasirangan dengan bahan baku pewarna alam berasal dari hutan gambut.

baca juga: Kakorlantas Bakal Adopsi Pengembangan Program TAR Tulungagung

"Desa Teluk Karya sejak lama dikenal sebagai daerah yang memproduksi sirup rosela di Kabupaten Balangan. Sayang akibat kebakaran lahan gambut beberapa waktu lalu, tanaman rosela mati," ungkap Kepala Desa Teluk Karya, Fajriannor. 

Desa Teluk Karya masuk kategori desa tertinggal yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Ada sekitar 150 keluarga warga Desa Teluk Karya yang sebagian adalah petani di lahan gambut. Dari luas wilayah desa seluas 515 hektar, sekitar 110 hektar diantaranya adalah lahan gambut. Namun lahan gambut yang dikelola masyarakat baru seluas 35 hektar. (OL-3)

Baca Juga

DOK MI

KPU DIY Pastikan Petugas KPPS Bebas dari Covid-19

👤Widhoroso 🕔Sabtu 28 November 2020, 23:25 WIB
KPU DIY memastikan seluruh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas pada pilkada bebas daru infeksi...
dok.MI

Tingkat Kesembuhan Covid di Padang Capai 89,9%

👤Yose Hendra 🕔Sabtu 28 November 2020, 20:45 WIB
DINAS Kesehatan Kota Padang mencatat tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Padang mencapai...
MI/Wdjajadi

Tidak Berizin, Baliho Rizieq Syihab di Bangkalan Diturunkan

👤Muhamad Ghazi 🕔Sabtu 28 November 2020, 18:16 WIB
Penurunan dilakukan karena baliho dan spanduk tersebut tidak berizin dan sebagian terpasang di daerah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya