Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNUNGKIDUL dikenal dengan deretan pantai-pantainya nan indah. Pada musim libur panjang ini, pantai-pantai di Gunungkidul dipastikan akan menjadi salah satu tujuan wisatawan. Namun, jika Anda tidak terlalu suka dengan pantai yang terlalu ramai, Pantai Junwok di Kalurahan Jepitu, Girisubo, Gunungkidul, bisa menjadi pilihan. Pantai tersebut memiliki pemandangan yang indah, berpasir putih, dan berair bersih, dan cocok untuk camping.
Pantai ini belum terlalu dikenal wisatawan, seperti Baron, Kukup, Krakal, Pulangsawal, atapun Wediombo, sehingga pengunjung yang datang pun belum terlalu ramai. Sekira 500 meter jalan menuju Pantai Jungwok belum diaspal. Mobil pun akan kesulitan lewat jika harus berpapasan. Di balik keterbatasan tersebut, pantai yang lokasinya bejarak 75 kilometer dari Malioboro atau waktu tempuh sekitar 2 jam dari Malioboro memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai objek wisata karena memiliki panorama indah, cerita sejarah, hingga cerita mistis.
Penamaan Jungwok sendiri memiliki beberapa versi. Menurut laman Pemerintah Desa Jepitu di https://www.jepitu-girisubo.desa.id/first/artikel/120-Pantai-Jungwok, Jungwok berasal dari peristiwa meletusnya Gunung Manjung pada sekira 400 juta tahun yang lalu. Akibat letusan gunung tersebut, 1/3 bagiannya patah menjadi pulau yang disebut sebagai Pulau Kalong, tak jauh dari Pantai Jungwok. Nama Jungwok berasal dari Jung (Gunung Manjung) dan Wok (Krowok yaitu bahasa Jawa dari patah).
Versi masyarakat setempat lain lagi. Ridwan,62 tahun, mengatakan nama Jung berasal dari nama kapal. Dari cerita turun termurun, daerah tersebut dulu pernah dijadikan tempat berlabuh kapal asing.
"Cerita turun-temurun, dulu pernah dijadikan tempat pendaratan kapal Belanda, tetapi tidak tahu kapan," terang Ridwan yang menjadi Ketua Pokdarwis Pantai Jungwok, Kamis (15/10).
Ia menceritakan, Pantai Jungwok dulunya tertutup. Orang bisa mencapai pantai tersebut lewat jalan setapak dari Pantai Wediombo. Baru pada 2012, akses jalan menuju pantai tersebut dibuka oleh warga sekitar. Pantai Jungwok resmi dibuka untuk pengunjung pada 2013, dan mendapatkan SK dari Dinas Pariwisata pada 2014.
Peningkatan akses jalan pun diperbaiki secara bertahap dengan adanya bantuan dari berbagai pihak. Dari awalnya jalan tanah berbatu, kini sebagian ada yang sudah dipadatkan dan sebagian sudah dicor.
Indah dan Mistis
Ridwan mengatakan, Pantai Jungwok memiliki dua daya tarik bagi wisatawan. Pertama, pantai tersebut memiliki pulau karang kecil di tengah-tengah. Keberadaan pulau karang tersebut mampu menahan gelombang laut sehingga gelombang yang sampai ke pantai tidak besar.
"Di sini, pantainya indah, bersih, dan airnya jernih," kata dia.
Jika dilihat sekilas, pulau kecil dengan batu karang seperti membentuk pintu gerbang. Selain itu, Pantai Jungwok juga memiliki cerita mistis bagi warga setempat. Di pantai tersebut, ada area yang diberi nama Pasar. Di tempat itu tumbuh pohon waru dan semak-semak yang tidak boleh dimasuki warga ataupun wisatawan sehingga dibuat tali pembatas.
"Warga mempercayai Pasar itu sebagai tempat berkumpulnya jin," jelas dia.
Ia menceritakan, wisatawan asal Klaten pun pernah melihat fenomena mistis di Pasar. Pada malam Jumat Legi 2017, ada tujuh orang wisatawan asal Klaten yang menginap di Pantai Jungwok. Mereka duduk-duduk di warungnya pada malam hari. Saat itu, ia melihat ada pentas wayang kulit di area Pasar.
"Pagi harinya, dia tanya, siapa ya dalangnya kok bagus sekali pentas wayang kulit semalam," kata dia.
Ridwan dan warga pun kebingungan dengan pertanyaan tersebut karena semalam tidak ada pentas wayang kulit di tempat tersebut.
Perbaikan Fasilitas
Ridwan berharap, Pemkab Gunungkidul dan Pemda DIY dapat membantu peningkatan fasilitas, sarana, dan prasarana di Pantai Jungwok, termasuk akses jalan. Dengan semakin ramainya pariwisata di Pantai Jungwok, kata dia, kesejahteraan masyarakat sekitar juga akan lebih baik. Lurah Jepitu, Sudarta mengakui Pantai Jungwok salah satu pariwisata andalan di Jepitu. Tidak hanya keindahan debur ombak dan pantai pasir putih, wisatawan juga bisa menikmati keindahan tebing-tebing di sekitar Pantai Jungwok.
Sudarta menyampaikan, kendala yang dihadapi dalam pengembangan Pantai Jungwok pihaknya kesulitan anggaran untuk peningkatan sarana, prasarana, dan fasilitas di Pantai Jungwok.
"Yang paling mendesak adalah akses jalankarena saat musim hujan jalanan sulit dilewati karena becek," kata dia.
baca juga: Kawasan Wisata di Konawe Kepulauan tanpa Dukungan Infrastruktur
Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, Dwi Wahyu Budiyantoro menyampaikan, Pantai Jungwok merupakan potensi destinasi wisata luar biasa yang embrionya sudah dibangun oleh masyarakat setempat. Menurutnya pariwisata sebagai salah satu basis perekonomian di DIY harus didukung bersama-sama.
"Harapan kami, 2021 jadi kebangkitan recovery ekonomi dan pariwisata menjadi basisnya," kata Dwi saat kunjungan kerja dengan anggota Komisi B DPRD DIY yang lain. (OL-3)
Bima Arya mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang harus terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar pembangunan berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
Pelni Hadir pada Pameran Pariwisata Bangga Berwisata di Indonesia
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Untuk lokasi tepatnya berada di 8.88 LS, 110.24 BT. Atau, berada di laut 106 kilometer barat daya Gunungkidul yang ada di kedalaman 10 kilometer.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Bagi Desa Wisata Tepus, lanjut Heri, penghargaan Wonderful Indonesia Awards 2025 diyakini akan terus menambah jumlah kunjungan yang saat ini mencapai 400 orang per bulan.
Program TERA Semesta Saintek berfokus Ko-Kreasi antara akademisi di perguruan tinggi dan komunitas masyarakat yang diharapkan dapat membentuk ekosistem saintific-citizen science.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti potensi abalon (Haliotis spp.) sebagai sumber daya laut unggulan di kawasan pesisir Gunungkidul.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved