Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Yogyakarta hari ini, Minggu (25/1) sekira pukul 15.51 WIB. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut berada di kedalaman 21 kilometer.
Untuk lokasi tepatnya berada di 8.88 LS, 110.24 BT. Atau, berada di laut 106 kilometer barat daya Gunungkidul yang ada di kedalaman 10 kilometer.
Pada kedalaman tersebut, gempa Jogja itu dirasakan di beberapa wilayah, seperti Bantul, Yogyakarta, Gunungkidul, Pacitan, Sleman, Kulon Progo dan Wonogiri.
Menurut update BMKG, wilayah Gunungkidul diguncang dua kali gempa susulan sejak gempa magnitudo 4,7 yang terjadi sore tadi.
Gempa susulan tersebut terjadi pada pukul 16.41 WIB dengan kekuatan 2,4 magintudo di wilayah Gunungkidul. Lalu, pukul 16.49 WIB di wilayah Pacitan diguncang gempa berkekuatan magnitudo 2,6.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG dalam keterangannya. (Z-4)
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Menurut analisis BMKG, gempa tektonik dengan Magnitudo 3,0 itu berada di daerah Ciporeat, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,4 yang mengguncang Kabupaten Kolaka Timur
Kabupaten Majalengka dilanda gempa bumi tektonik, Minggu (9/11) sekitar pukul 10.01 WIB. Hingga kini, gempa tersebut belum menunjukkan aktivitas gempa susulan.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Bagi Desa Wisata Tepus, lanjut Heri, penghargaan Wonderful Indonesia Awards 2025 diyakini akan terus menambah jumlah kunjungan yang saat ini mencapai 400 orang per bulan.
Program TERA Semesta Saintek berfokus Ko-Kreasi antara akademisi di perguruan tinggi dan komunitas masyarakat yang diharapkan dapat membentuk ekosistem saintific-citizen science.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti potensi abalon (Haliotis spp.) sebagai sumber daya laut unggulan di kawasan pesisir Gunungkidul.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved