Minggu 25 Oktober 2020, 21:30 WIB

BMKG : Aceh Harus Waspadai Cuaca Ekstrem Hingga Pekan Depan

Mediaindonesia | Nusantara
BMKG : Aceh Harus Waspadai Cuaca Ekstrem Hingga Pekan Depan

MI/Rendy Ferdiansyah.
Ilustrasi cuaca ekstrem warga di minta waspada.

 

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh memprediksi cuaca ekstrem masih terjadi hingga pekan depan akibat adanya daerah belokan angin di Provinsi Aceh.

"Hasil analisa kita, bahwa hingga awal pekan depan 'share line' (belokan angin) masih akan terjadi di Aceh," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh, Zakaria Ahmad, di Banda Aceh, Minggu (25/10).

Ia menerangkan belokan angin tersebut menimbulkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir, dan angin kencang pada sejumlah wilayah di provinsi paling utara Sumatra itu.

Cuaca ekstrem ini terjadi, jelas dia, dipicu oleh perlambatan massa udara berupa pembentukan awan-awan konvektif, maka mengakibatkan penumpukan massa udara di lapisan atmosfer.

Salah satu fenomena alam ini juga mendukung terjadinya pertumbuhan awan-awan hujan di sekitar wilayah Aceh, sehingga menimbulkan potensi hujan pada siang, sore, hingga malam hari.

"Awal pekan depan Senin (26/10), hujan berpotensi turun di Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, dan Pidie Jaya," terangnya.

Ia juga menyebutkan tentang peluang cuaca ekstrem hari ini di daerah setempat.

"Sedangkan hari ini cuaca ekstrem berpeluang terjadi di wilayah Aceh Timur, Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Jaya," kata dia.

Ia juga menyebutkan adanya belokan angin di provinsi paling barat Indonesia itu tidak menyebabkan potensi gelombang tinggi laut, terutama di wilayah perairan dalam beberapa hari ke depan.

Meski dampaknya tidak menimbulkan gelombang tinggi, pihaknya meminta pengguna transportasi laut dan nelayan setempat agar tetap mewaspadai gelombang setinggi tiga meter lebih.

"Berkisar 2,5 hingga tiga meter di wilayah perairan Banda Aceh-Sabang, perairan utara Sabang, perairan barat-selatan, Selat Malaka bagian utara, Samudera Hindia barat Aceh, dan sekitarnya," tutur Zakaria.
(Ant/OL-12)

Baca Juga

MI/Cikwan Suwandi

Dukungan Bertambah Setelah Cellica-Aep Unggul dalam Debat

👤Cikwan Suwandi 🕔Minggu 29 November 2020, 14:03 WIB
Sepanjang debat terbuka pasangan calon nomor 2 yang paling cekatan menggunakan waktu bicara dan menjawab...
MI/Palce Amalo

Memacu Produksi Padi Petani Air Bauk Kupang NTT

👤Palce Amalo 🕔Minggu 29 November 2020, 13:45 WIB
DULU musim kemarau yang berlangsung delapan bulan tiap tahun membuat petani Air Bauk, di Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, urung...
MI/Alexander P Taum

Gunung Ile Lewotolok Erupsi Lagi

👤Alexander P Taum 🕔Minggu 29 November 2020, 13:04 WIB
Erupsi hebat terjadi lagi di Gunung Berapi Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, NTT, Minggu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya