Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
RINI, 55, ibu angkat Treni Fitri Yana, 24, warga Blitar, Jawa Timur, sulit tidur saban malam. Dia sering teringat keluarga Enceng Dedi dan Enok Rohaenah (alm) yang menjadi transmigrasi di Ambon, Maluku. Kerusuhan Ambom pada 1999, membuat keluarganya hilang kontak dengan mereka.
"Kami telah mendengar apa yang diucapkan oleh Treni Fitri Yana yang sudah beranjak dewasa. Dia memang anak angkat saya. Ketika, kedua orang tuanya menitipkannya anaknya saat ingin transmigrasi. Kepada Ibrahim warga Garut membawa Trena Mustika, Treni Fitri Yana dibawa ke Blitar, Jawa Timur." kata, Rini, Kamis (22/10) di Kampung Cipaingen, Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.
Selama kerusuhan di Maluku, jelas dia, keluarganya kesulitan untuk mencari alamat keluarga Enceng. Handphone dan telepon tidak seperi saat ini mudah didapat, pada 1999 hanphone masih jarang. Dia dan Misranto suaminya, akhirnya mengasuh Elis Treni Mustika yang saat itu berumur 2 bulan. Elis akhirnya berganti nama menjadi Treni Fitri Yana.
"Kerusuhan di Maluku membuat para transmigran dan tetangganya di lokasi transmigrasi kebingungan, terutama kemana harus mencari keluarga Enceng Dedi. Apalagi, alamat di Tasikmalaya tidak tahu dan sekarang," ujarnya.
Tanpa disengaja, jelas dia, Treni yang aktif mencari saudara kembarnya di media sosial menemukannya. Treni mengajaknya untuk ke Tasikmalaya untuk bertemu langsung saudara kembarnya.
Sementara itu, ayah kandung Enceng Dedi, 59, mengatakan, dirinya sudah menyampaikannya kepada Treni bahwa selama berpisah ibunya telah meninggal dunia karena sakit dan ditambah memikirkan putrinya yang terpisah lama.
"Pertemuan saudara kembar ini memang tidak disaksikan ibu kandungnya, Enok Rohaenah. Tapi alhamdulillah, saya sebagai ayah kandung menyaksikan pertemuan ini. Kami bersyukur anak kembarnya kembali bisa dipertemukan bersama 7 saudaranya," paparnya. (OL-13)
Baca Juga: Penyerangan Dekat Kedubes Israel di Paris, Warga Inggris Ditangkap
JELANG Ramadan, harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di wilayah Tasikmalaya merangkak naik.
Petugas gabungan jugaharus selalu mewaspadai banjir luapan Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang di Sukaresik
Pemerintah salurkan PIP 2026 sebesar Rp450 ribu per tahun untuk 888 ribu murid TK guna perkuat Wajib Belajar 13 Tahun dan pemerataan pendidikan.
Sebuah tebing setinggi 15 meter dilaporkan ambrol dan menutup total akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya menuju Kabupaten Pangandaran.
Kebutuhan bahan pokok merangkak mulai naik cabai merah dijual Rp88 ribu perkg, cabai rawit Rp72 ribu, cabai keriting Rp66 ribu, cabai japlak Rp87 ribu
GUNA mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kereta api (KA) lintas selatan direncanakan berhenti di Stasiun Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.
BMKG Ambon mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter di Laut Arafura dan perairan Maluku lainnya. Berlaku 8-12 Januari 2026.
Potensi yang ada harus dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan daerah, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Di Ambon, Dubes Brazier mengunjungi Pemakaman Commonwealth di Ambon, untuk meletakkan karangan bunga di tugu peringatan bagi warga Australia yang gugur dalam peperangan di Indonesia.
BADAN Gizi Nasional (BGN) melaksanakan Pelatihan Petugas Penjamah Pangan pada Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk mitigasi mencegah keracunan makanan MBG
Sementara itu, bibit siklon tropis 93W di timur Filipina berpotensi persisten dengan arah gerak ke barat laut, membawa dampak di wilayah timur Indonesia.
Dengan adanya sinergi antar level pemerintahan dan dukungan anggaran yang berkesinambungan, maka diharapkan dapat melahirkan atlet tangguh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved