Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap jaringan narkoba Sumut-Aceh dengan barang bukti 8,3 kilogram sabu-sabu. Satu orang angggota sindikat berhasil ditangkap dan satu lainnya tewas ditembak polisi karena berusaha melawan saat akan ditangkap.
Kapolda Sumatera Utara Irjen Martuani Sormin, Senin (12/10) mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi adanya seorang lelaki yang membawa narkotika jenis sabu dari Kota Tanjungbalai, Sumut. Informasi itu menyebutkan bahwa pria tersebut mengendarai mobil Honda Accord berpelat nomor BK 1103 QJ, menuju ke Kota Medan, Jumat (9/10).
Polisi kemudian melakukan pengintaain dan melihat mobil dengan ciri-ciri tersebut melintasi Jalan Sisingamangaraja, tepatnya pada salah satu pool bus. Setelah laju kendaraan dihentikan, diketahui bahwa mobil tersebut dikemudikan seorang pria bernama Aswan alias Aseng.
Petugas kemudian mengamankan Aseng, tetapi saat dilakukan penggeledahan terhadap dirinya dan mobil yang dia kendarai tidak ditemukan barang bukti.
Kepada petugas Aseng mengaku barang yang dia bawa dari Kota Tanjungbalai telah diserahkannya Masiwan, Polisi pun bergerak cepat melakukan pengejaran dan menemukan Masiwan di Jalan AH Nasution.
Dari Masiwan petugas menemukan barang bukti berupa sabu yang dikemas dalam tujuh bungkusan teh hijau merek Qing Shan. "Namun saat dilakukan pengembangan, dia mencoba kabur dengan melawan petugas menggunakan senjata api, sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur," ungkap Kapolda
Pelaku sempat mendapat pertolongan dengan membawanya segera ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumut, tetapi akhirnya tewas dalam perjalanan.
Pengembangan dilanjutkan personel Ditres Narkoba dengan mendatangi tempat tinggal Aseng di Kota Tanjungbalai. Dari penggeledahan yang dilakukan, tim kembali menemukan barang bukti berupa sabu seberat 1,3 kilogram.
Atas kejahatan ini, Polda Sumut akan menjerat Aseng dengan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana, pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (R-1)
Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai bersama Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Langsa, dan BNN menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di Aceh Timur.
Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan BNN RI dalam menghadapi tantangan permasalahan narkotika yang semakin kompleks, lintas sektor, dan dinamis.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen zero tolerance terhadap peredaran narkotika di Jakarta.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ketapang berhasil digagalkan oleh petugas pengamanan.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved