Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
NASIB anak-anak yang ditelantarkan orangtua mereka, membuat LSM Peduli Perempuan dan Anak Lembata (Permata) Nusa Tenggara Timur, bergerak. Kebanyakan kasus penelantaran terjadi karena anak-anak itu mengalami kehamilan di luar pernikahan.
"Peran serta masyarakat dan pemerintah desa sangat penting dalam mengatasi dampak buruk dari penelantaran anak. Mereka bisa berperan jika melihat anak-anak berada di luar rumah pada larut malam, harus ditegur dan dikembalikan ke rumah,' kata relawan LSM Permata Adriana Banguhari.
Tahun ini, sebanyak 28 anak di Lembata menjadi korban penelantaran. Anak perempuan sebanyak 12 dan laki-laki sebanyak 16 anak. Jumlah ini meningkat dari 2019 sebanyak 9 kasus.
Direktris LSM Pertama, Maria Loka, memastikan masih banyak kasus penelantaran anak yang tidak terdata. "Peningkatan kasusnya dipicu persoalan ekonomi serta kegagalan berumah tangga pasangan suami
dan istri. Ada juga karena orangtuanya merantau. Faktor-faktor penyebab itu akan berdampak sangat buruk untuk anak."
Akibat penelantaran tersebut, hak-hak anak tidak bisa terpenuhi. Di antaranya tidak mempunyai akta kelahiran, dan tidak dapat mengakses pendidikan dengan baik.
"Akibat yang paling buruk itu anak alami kekerasan seksual, bahkan jadi
pelaku kekerasan," tambahnya. (N-3)
Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti menekankan pentingnya pembangunan ramah keluarga sebagai basis kebijakan nasional untuk mengatasi depresi remaja dan kemiskinan.
Psikolog Michelle Brigitta membagikan tips mengatasi post holiday blues pada anak, mulai dari validasi emosi hingga mengatur ulang rutinitas harian.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Petugas mengimbau masyarakat maupun pengunjung agar tidak memasuki wilayah dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Asap kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 10 hingga 100 meter dari puncak.
Meski pengetahuan tinggi, sikap menghindari orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) juga sangat tinggi.
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved