Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Masruroh menilai DI Yogyakarta (Jogja) memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata internasional untuk pernikahan (wedding tourism destination). Saat ini, tujuan wisata internasional untuk pernikahan di Indonesia yang banyak dipilih adalah Bali dan Bintan.
"Untuk bisa menjadi tujuan wisatawan internasional, penyelenggara pernikahan harus mampu mengemas sesuatu yang beda, unik, dan tidak dilupakan seumur hidup," kata Masruroh kepada media usai talkshow Sinergi Penyelenggara Wedding Menuju Yogyakarta sebagai Next Wedding Destination di Mall Hartono, Jumat (25/9) petang.
Dengan kreativitas dan budaya yang dimiliki, ia pun melihat Yogyakarta berpotensi menjadi tempat tujuan wisata berskala internasional menyusul Bali dan Bintan.
Kemenparekraf pun mendukung Yogyakarta menjadi destinasi pernikahan berskala internasional. Pada kegiatan 2021, Destination Wedding Planer International Congres yang akan diadakan di Indonesia. Ia pun berjanji akan ikut mempopulerkan Yogyakarta sebagai salah satu destinasi pernikahan.
Baca juga: Yogyakarta Izinkan Perkuliahan Luring
Jika mampu menjadi destinasi wisata internasional, masa tinggal wisatawan akan lebih lama dan belanja yang dikeluarkan pun akan lebih banyak. Manfaatnya pun bisa lebih luas dirasakan pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata di Yogyakarta.
Masruroh berpesan, pada masa pandemi covid-19, para pengorganisasi pernikahan (wedding organizer) di DIY bisa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
"Kegiatan pernikahan jangan jadi klaster baru penyebaran covid-19. Buktikan kepada semua orang, kita bisa bergerak tanpa membuat covid-19 jadi lebih besar," tuturnya.
Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta Singgih Raharjo menyampaikan kekuatan Jogja ada pada budaya dan alamnya untuk menjadi tujuan destinasi pernikahan. Jogja memiliki banyak candi, Gunung Merapi, dan pemandangan alam yang indah.
Dari sisi aksesibilitas dan amenitas, Jogja juga sudah mumpuni karena memiliki Bandara Internasional Yogyakarta dan banyak hotel berbintang.
"Kalau menikah di Jogja, mereka akan punya pengalaman budaya sepanjang hidup, satu-satunya dan terakhir yang tidak terlupakan," jelas dia.
Pada masa pandemi covid-19, kegiatan pernikahan di Yogyakarta tidak dilarang asal patuh pada protokol kesehatan, undangan yang datang juga terbatas, dan mendapat rekomendasi dari Satgas Covid-19 di tingkat kabupaten/kota.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, simulasi harus dilakukan terlebih dulu dan dilakukan verifikasi terkait penerapan protokol kesehatan. Bagi undangan dari luar negeri, mereka wajib menyertakan tes PCR dengan hasil negatif, sedangkan dari zona merah di luar DIY wajib menyertakan rapid tes dengan hasil nonreaktif.
"Intinya semuanya harus sehat, baik penyelenggara, pengantin dan keluarga hingga undangan yang datang," tukasnya.
Pihaknya pun telah menyediakan aplikasi Visiting Jogja untuk membantu melakukan pendataan bagi undangan yang hadir.
Pengorganisasi pernikahan (wedding organizer) Indra Suryawijaya menyatakan Yogyakarta layak menjadi destinasi internasional untuk pernikahan. Banyak mempelai dari Jakarta, Surabaya, hingga Singapura memilih melangsungkan pernikahan di Jogja.
Pada masa pandemi, pihaknya lebih mengarahkan kepada mempelai agar melaksanakan pernikahan dengan konsep intimate wedding. Ia pun telah menggelar 9 kali simulasi pesta pernikahan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Sementara itu, Yurry Apreto selaku creator virtual wedding mengatakan bangkitnya kegiatan pernikahan dengan protokol kesehatan pada masa pandemi covid-19 akan membangkitkan perekonomian di DIY.
"Paling tidak ada 14 sektor ekonomi yang bergerak dalam penyelenggaraan pesta pernikahan, mulai dari dekorasi, katering, hotel, hingga suvenir," pungkasnya.(OL-5)
Konsep yang selama ini identik dengan skala besar dan format konvensional mulai bergeser menuju pernikahan yang lebih terkurasi, berskala kecil, dan menekankan kualitas pengalaman.
Pasangan pengantin di Jakarta Barat tetap menggelar resepsi pernikahan meski banjir setinggi lutut merendam lokasi acara.
Dalam keluarga dengan tingkat literasi rendah mengenai pendidikan dan kesehatan reproduksi, pernikahan dini sering kali dianggap sebagai solusi instan menuju kedewasaan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
MENGANGKAT tagline “Get Wedding Soon”, Golden Tulip Wedding Showcase 2026 akan menghadirkan inspirasi bagi calon pengantin yang ingin menggelar pernikahan bernuansa Glamour.
NOVOTEL Yogyakarta International Airport Kulon Progo dan Ibis Yogyakarta International Airport Kulon Progo menawarkan lokasi pernikahan memukau yang dikelilingi panorama pegunungan
Hingga saat ini baru sekitar 40% wajib pajak di DIY yang telah mengaktivasi akun Coretax.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
Kemendagri menyebut DIY berhasil menjaga keseimbangan sosial melalui pendekatan kultural.
Fase awal gerhana penumbra akan dimulai pukul 22:26 WIB, puncak gerhana terjadi pada Senin (8/9) dini hari pukul 01:11 WIB, dan berakhir sekitar pukul 03:56 WIB.
Di sisi lain, pemerintah juga tidak boleh membatasi masyarakat dalam menggunakan media sosial karena itu dijamin oleh konstitusi.
Ketiga kepada daerah itu adalah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved