Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK dilanda covid-19, harga berbagai komoditas menjadi anjlok karena masyarakat selaku konsumen lebih memilih menahan diri untuk berbelanja.
Namun begitu dimulai pemberlakukan new normal, masyarakat di Pulau Parumaan, Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan mulai bahagia dan bergairah melaut. Sebab, saat ini, harga ikan mulai normal.
Salah satu nelayan pulau Parumaan sekaligus pengepul ikan, Yoomi, saat ditemui Media Indonesia, Senin (31/8), mengungkapkan, harga ikan di pasaran sudah mulai normal. Biasanya, usai menangkap ikan, nelayan langsung menjual kepadanya. Selanjutnya, ikan yang dikumpulkan dari nelayan itu langsung dijual kembali ke pasaran atau dijual ke rumah makan yang ada di Maumere.
"Dalam satu hari, saya beli ikan dari nelayan itu sekitar 50 kilogram. Dengan harga bervariasi yakni 20-50 ribu per kilogram. Harga juga tergantung dari jenis ikan. Tetapi lumayan karena nelayan di sini sudah banyak yang mencari ikan. Hal ini dibuktikan dengan banyak nelayan yang menjual ikan," ungkap Yoomi.
Ia menyampaikan, ketika ada covid-19, banyak nelayan yang menjual ikan kepadanya. Namun, saat dijual ke pasaran dan pembeli sepi, dirinya enggan membeli ikan sehingga banyak nelayan yang jarang melaut.
"Saat ini stok ikan sudah stabil. Harga juga mulai normal di pasaran. Sekarang nelayan mulai mencari ikan. Pokok sudah bagus harga ikan di pasaran. Saya biasa jual ikan di pasaran itu ada yang sudah dikeringkan dan juga ada yang ikan basah," ujarnya.
Baca juga: Aktivitas Nelayan Aceh Terhenti
Dirinya mengaku, nelayan tak hanya menjual ikan kepadanya, ada juga yang langsung menjual ke pasar.
Sementara itu, Kepala Desa Parumaan Mudir mengatakan seluruh warga di Pulau Parumaan berpofresi sebagai nelayan. Di era new normal, kata dia, nelayan di Parumaan optimistis kembali bangkit dengan mulai melakukan aktivitas mencari ikan.
Mudir menyampaikan, rata-rata nelayan disini biasa melakukan penangkapan ikan secara tradisional dengan cara dipanah. Hasilnya, langsung mereka jual kepada pengepul ikan atau langsung ke pasar.
"Dalam sehari itu, rata-rata 500-600 kilogram ikan hasil tangkapan dengan cara panah. Biasanya yang dipanah itu ikan dasar. Saat ini mulai normal. Mereka sudah kembali beraktivitas seperti biasanya," tutur Mudir.(OL-5)
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Gubernur DKI Jakarta pastikan stok pangan aman, harga terkendali, dan pasokan gas LPG siap jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved