Rabu 29 Juli 2020, 21:46 WIB

4 Anggota Narkoba Internasional dan 200 Kg Sabu Diamankan Polisi

Antara | Nusantara
4 Anggota Narkoba Internasional dan 200 Kg Sabu Diamankan Polisi

Ilustrasi
Narkoba

 

BEKUK jaringan empat anggota mafia narkoba internasional, polisi amankan barang bukti 200 kilogram sabu di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno H Siregar di Cikarang mengatakan pengungkapan kasus ini hasil kerja sama Polda Bangka Belitung, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Bekasi

Pada Selasa (21/7) pekan lalu, Ditresnarkoba Polda Babel menerima laporan dari jasa pengiriman barang antar pulau. Pelapor mencurigai adanya pengiriman berupa karung.

‘’Ada 73 karung, saat diperiksa berisi jagung di atas dan di bawahnya terdapat paketan narkotika jenis sabu,’’ kata Krisno di TKP Gudang Dawai Jalan Kampung Pegaulan, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Kaget melihat isi dalam karung, pelapor akhirnya mengungkapkan kepada penyidik bahwa sebelumnya telah mengirim barang yang sama sebanyak 287 karung ke gudang di daerah Taman Mini Jakarta Timur dan 60 karung ke wilayah Ancol, Jakarta Utara.

‘’Total pengiriman barang yang di impor sebanyak 400 karung. Dari situ Polda Babel meminta Ditresnarkoba Bareskrim Polri memback up guna penyelidikan 73 karung ke Jakarta,’’ katanya.

Pihaknya lalu membagi tim untuk melakukan pengecekan informasi 287 karung di gudang TMII dan 60 karung di gudang wilayah Ancol. Tim juga melakukan pengantaran yang diawasi sebanyak 73 karung ke Kecamatan Makasar Kota, Jakarta Timur.

‘’Kami menemukan info bahwa pengirim barang tersebut berasal dari wilayah Batam atas nama Suhaib alias Rino. Selanjutnya tim melakukan penyamaran sebagai kuli angkut sekaligus memantau isi gudang,’’ katanya.

Di saat bersamaan, petugas melihat wanita paruh baya yang diketahui berinisial SC. Wanita itu datang ke kantor ekspedisi untuk mencari pengiriman karung berisi jagung.

‘’Anggota menghampiri dan memberi tahu kalau karung jagung itu ada di dalam. SC kemudian masuk dan memfoto hingga melakukan komunikasi via telepon dengan seseorang kalau karung tersebut aman, kemudian SC pulang,’’ ungkapnya.

Petugas kembali mendapatkan informasi bahwa pada siang hari akan datang kembali seseorang dan meminta barang karung berisi sabu-sabu itu dikirim ke pergudangan di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi.

‘’Kami lakukan kembali pengintaian dengan penyamaran. Di lokasi gudang Cikarang, tim langsung melakukan penggeledahan dan interogasi terhadap SC. Rupanya, SC diperintah oleh K yang kini masih dalam pencarian orang,’’ ucapnya.

Baca juga : Balon Walikota Surabaya ini Galang Dukungan dari Ojek Online

Dari kasus ini polisi mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam transaksi narkoba internasional yaitu SC, R alias S, A, dan Y alias D.

Keempat terduga pelaku itu mempunyai peran berbeda. SC begerak untuk menyiapkan gudang dan menerima barang di Jakarta. R alias S mengurus pengiriman barang dari Batam ke Jakarta.

Kemudian A yang bertugas mengurus dokumen pengiriman dari Malaysia ke Batam dan dari Batam ke Jakarta. Sementara Y alias D bertugas menerima perintah dari SC terkait kiriman dari Myanmar-Malaysia-Indonesia.

Selain mengamankan keempat terduga pelaku, polisi juga menyita narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 200 kilogram dengan kemasan plastik putih yang disembunyikan dalam 423 karung berisi jagung serta satu unit mobil Daihatsu grandmax bernomor polisi D-1321-AAS warna silver sebagai operasional

‘’Sabu-sabu itu berasal dari Myanmar dikirim ke Batam menggunakan kontainer melalui Malaysia kemudian dikirim ke Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Belitung, menggunakan kapal kayu. Setelah itu. dikirim menuju Jakarta menggunakan Kapal Ferry sampai Tanjung Priok,’’ ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Pasal Primer 144 ayat (2) Juncto Pasal 132 (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda maksimal Rp10 miliar.

‘’Dari peristiwa ini kami berhasil menyelamatkan kurang lebih satu juta manusia,’’ katanya. (OL-2)

 

 

Baca Juga

Antara

Covid-19 Belum Usai, Dinkes Sikka Bersiap Hadapi DBD

👤Gabriel Langga 🕔Rabu 23 Juni 2021, 09:00 WIB
DI tengah tekanan kasus peningkatan Covid-19, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur juga mempersiapkann percepatan eliminasi...
MI/Susanto

Menteri Luhut Janjikan Politeknik Industri Logam Dibangun di Malut

👤Hijrah Ibrahim 🕔Rabu 23 Juni 2021, 08:45 WIB
PROVINSI Maluku Utara (Malut) dalam waktu dekat akan membangun Politeknik Industri Logam yang akan menjadi pusat inovasi teknologi dan...
DOK/ACT

Ulama Ajak Umat Perkuat kemanusiaan

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 23 Juni 2021, 08:40 WIB
Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai bagian dari umat berkontribusi dengan ulama membawa amanat umat untuk membangun peradaban bangsa melalui...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya